Cuaca Buruk di Bali
NELAYAN Pantai Lebih Enggan Melaut, Gelombang Mengganas Tak Ada Ikan di Permukaan
Bukan karena takut gelombang. Namun dikarenakan ikan tidak ada di permukaan, sehingga sulit mendapatkan hasil.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Memasuki bulan Agustus, gelombang laut mengganas. Hal tersebut merupakan siklus tahunan di pantai selatan Bali, salah satunya di areal Pantai Lebih, Kabupaten Gianyar. Dalam kondisi seperti ini, para nelayan pun yang sebagian besar nelayan pancing itu enggan melaut.
Bukan karena takut gelombang. Namun dikarenakan ikan tidak ada di permukaan, sehingga sulit mendapatkan hasil. "Ombaknya sangat rusak, ikan tidak ada di permukaan.
Biasanya, meskipun gelombang tinggi tapi kalau ada ikannya, kami tetap melaut. Tapi sekarang memang ikannya yang tak ada, terlalu jauh ke dalam akibat gelombang rusak,' ujar nelayan Pantai Lebih, I Wayan Pindah (68), Jumat (8/8).
Baca juga: TARGET Beroperasi 2026, Progres Pembangunan Tahap II Capai 55,48 Persen
Baca juga: 2 RUTE Internasional Baru TransNusa Hubungkan Indonesia - Tiongkok, Pererat Hubungan Bilateral
Menurut pria yang telah melaut sejak kecil, gelombang rusak seperti saat ini merupakan siklus tahunan yang datang setiap bulan Agustus."Ini memang siklus tahunan, setiap menjelang atau saat Agustus pasti seperti ini," ungkapnya.
Pindah mengatakan bahwa setelah bulan Agustus, biasanya ada banyak ikan seperti tenggiri, mahi-mahi, dan barakuda. Namun, saat ini ikan tidak banyak. Meski demikian, harga ikan tetap normal, seperti ikan tenggiri dijual seharga Rp 70.000 per kilogram, sedangkan ikan tenggiri yang sudah bersih dijual seharga Rp 75.000 per kilogram.
Pindah mengatakan, meskipun kondisi ikan sulit didapat. Namun beberapa saudaranya dan temannya tetap ada yang melaut. Hasil tangkapan merekapun dijual oleh Pindah.
"Selama tidak melaut saya tetap jualan ikan, menjual ikan yang ditangkap saudara dan teman yang maut," ujar pria yang membuka lapak ikan di pinggir Pantai Lebih itu.
Dia mengatakan, nelayan yang masih melaut, hanya mendapatkan tangkapan terbatas. Jika nasib sedang bagus, paling banyak mereka mendapatkan satu ekor ikan dengan berat 10 kilogram.
"Jika nasib baik, bisa mendapatkan 1 ikan seberat 10 kilogram. Beda dengan saat musim lagi bagus, kami bisa dapat ikan ratusan kilogram dan bisa empat kali melaut dalam sehari," ujarnya.
| 5 Penerbangan Bandara Ngurah Rai & Penyeberangan dari Nusa Penida Terdampak Akibat Cuaca Ekstrem! |
|
|---|
| Diterjang Angin Kencang, Pura Segara Rusak Parah, Pelabuhan Gilimanuk Ditutup |
|
|---|
| SIAGA BENCANA! Pemprov Bali Tetapkan Status Itu, Hujan Angin Kencang Diprediksi hingga Februari 2026 |
|
|---|
| MATI Sapi & Babi Milik Wayan Muliada Tertimpa Pohon Tumbang, Cuaca Buruk Hujan Angin di Bangli! |
|
|---|
| WASPADA Hujan Disertai Angin Kencang di Bali, Kecepatan Capai 41 Knots, Bencana Hingga Panen Gagal! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wasghbweshe3t4j.jpg)