Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sponsored Content

DPRD Badung Tegaskan Mayoritas Sampah Pada Pantai di Badung Merupakan Kiriman dari Luar Bali

Sampah tersebut sebelumnya dibuang ke sungai di wilayah lain, kemudian hanyut ke laut dan terbawa arus

Istimewa
Anggota DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara. DPRD Badung Tegaskan Mayoritas Sampah Pada Pantai di Badung Merupakan Kiriman dari Luar Bali 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung angkat bicara terkait masalah sampah pantai yang ada di pesisir pantai di Badung.

Salah satu Anggota DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara mengaku jika sebagian besar sampah- sampah memang mengotori pantai-pantai Badung.

Pihaknya menyebutkan jika sampah-sampah yang menepi di sejumlah pantai di Bali khususnya Badung bukan semuanya berasal dari aktivitas masyarakat lokal, melainkan merupakan sampah kiriman dari luar Pulau Bali yang terbawa arus laut.

Menurutnya dari hasil pemantauan di lapangan, sekitar 80 persen sampah laut yang terdampar di wilayah pesisir Badung berasal dari luar daerah.

Baca juga: Komisi I dan II DPRD Badung Minta Proyek Wedding Chapel di Suluban Bali Dihentikan Sementara

Sampah tersebut sebelumnya dibuang ke sungai di wilayah lain, kemudian hanyut ke laut dan terbawa arus hingga akhirnya menumpuk di pantai Bali saat angin muson bertiup.

“Pada periode muson barat, tumpukan sampah paling banyak ditemukan di pantai barat Bali seperti Pantai Kuta, Kedonganan, Jimbaran, hingga Canggu. Sementara saat muson timur, sampah laut cenderung terakumulasi di kawasan Tanjung Benoa dan sekitarnya,” tegas Lanang Umbara

Wakil Ketua I DPRD Badung itu menyebut fenomena ini terjadi hampir setiap tahun dan sangat dipengaruhi oleh pola arus laut regional.

Meski demikian, Pemkab Badung tetap melakukan penanganan secara maksimal demi menjaga kebersihan kawasan pariwisata.

Penanganan sampah laut dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), TNI, Polri, desa adat, sekolah, hingga organisasi kemasyarakatan.

Upaya tersebut dilakukan karena Bali, khususnya Badung, merupakan etalase pariwisata nasional dan internasional.

Terkait adanya teguran Presiden RI terkait persoalan sampah di Bali, Politisi dari Partai PDI Perjuangan itu menyebutkan jika teguran tersebut dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus dorongan agar kesadaran menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan oleh Bali, tetapi juga oleh seluruh daerah di Indonesia.

“Persoalan sampah laut ini tidak bisa dilihat sebagai masalah satu daerah saja. Sampah yang dibuang ke sungai di wilayah lain bisa berdampak langsung ke Bali,” bebernya

Di sisi lain, dirinya mengakui jika Pemkab Badung telah menerapkan aturan ketat dalam penanganan sampah.

Larangan membuang sampah ke sungai diberlakukan hingga ke tingkat banjar dan desa, lengkap dengan sanksi tegas bagi pelanggar.

Kendati demikian pihaknya berencana menyampaikan data dan bukti lapangan terkait asal-usul sampah kiriman tersebut, sebagai bagian dari edukasi publik bahwa penanganan sampah laut memerlukan tanggung jawab bersama lintas daerah dan lintas pulau.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved