Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Usia Patung dari Kayu Bisa Tahan Hingga 20 Tahun

Harga Produk Dewa Wood Carver Mulai Rp 350 Ribu

Penulis: Aloisius H Manggol | Editor: Iman Suryanto

Ketika memasuki Toko Dewa Wood Carver di Jalan Ketewel, Gianyar, mata pengunjung langsung dimanjakan dengan keindahan produk seni terbuat dari kayu. Produk yang dipajang mulai dari patung hingga lemari ukiran khas Bali.

KUALITAS produk kayu tak kalah dengan produk lainnya selain ukirannya mirip dengan bentuk aslinya, produk ini pun dapat bertahan hingga belasan tahun.

Pemilik Dewa Wood Carver, Dewa Putu Indrawirata mengatakan, kayu yang cocok untuk dijadikan produk patung, yaitu Kayu Akasia dan Kayu Suar. Usia kayu pun menentukan kualitas produk, usia kayu yang digunakan untuk membuat patung berkisar 10 hingga 20 tahun.

"Kalau kayu muda biasanya gampang memuai yang bisa berdampak pada bentuk produk," kata Indrawinata kepada Tribun Bali di tokonya, Minggu (23/11).

Dia menambahkan, bahan baku didatangkan dari Pulau Jawa. Sedangkan produk dibuat di Blahbatuh, Gianyar. Konsumen Dewa Wood Carver adalah wisatawan lokal maupun mancanegara.

Menurutnya, untuk wilayah regional, dia sering melayani pemesanan dari Jakarta, Surabaya, Balikpapan, dan Banjarmasin. Sedangkan ke mancanegara, di antaranya, Belanda, Australia, Inggris, dan Amerika Serikat. "Kalau negara-negara di Asia agak minim," ujarnya.

Harga produk mulai Rp 350 ribu hingga Rp 8 juta. Harga ditentukan oleh tingkat kesulitan pembuatan dan ukuran. "Kalau Rp 8 juta itu seperti, lemari," kata Indrawinata.

Harga tersebut masih sangat fleksibel, karena masih bisa melakukan tawar menawar sesuai kemampuan finansial konsumen.

Produk patung diakui Indrawinata yang paling diminati konsumen. Patung yang dijual Indrawinata, di antaranya burung rajawali, elang, gajah, rusa, singa, komodo, dan ikan koi. Pihaknya pun melayani orderan patung sesuai keinginan konsumen.

"Kami juga layani permintaan konsumen, yang penting ada fotonya," ujar Indrawinata.

Dari segi perawatan, produk kayu tak terbilang sulit. Produk hanya diusap menggunakan kain kering untuk menghindari debu.

Terkait kenaikan bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu, dia belum berpikir untuk menaikkan tarif. Namun dia mengakui, biaya transportasinya mengalami kenaikan karena bahan baku didatangkan dari Pulau Jawa.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved