Bincang Psikiater
Pilih Mandiri atau Kembali ke Rumah Keluarga Jika Kondisinya Begini
Ya, seperti biasa saat itu kami lepas dari keluarga besar, dengan maksud ya belajar untuk berjuang sendiri.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pertanyaan : Tiang Wayan dari Klungkung, tapi sekarang tinggal di Denpasar, Bali.
Tiang sudah berkeluarga, dan bekerjanya di daerah Nusa Dua.
Saya ingin sharing sekaligus mohon saran, jalan terbaik yang harus saya ambil.
Saya dan keluarga kecil saya baru belajar mandiri sejak dua tahun lalu, dan kami mengontrak rumah kecil.
Ya, seperti biasa saat itu kami lepas dari keluarga besar, dengan maksud ya belajar untuk berjuang sendiri.
Keputusan ini tidak ada permasalahan apapun.
Tapi masuk ke tahun ketiga Januari nanti, ternyata persoalan finansial cukup membuat saya ketar-ketir.
Banyak sekali pengeluaran yang harus kami cover.
Satu di antaranya ya harus bayar biaya kontrakan cash sampai satu tahun ke depan dan itu jumlahnya lumayan besar juga.
Saudara kandung yang sempat saya ajak curhat, menyarankan agar tinggal dengan dia saja, karena kebetulan di tempat tinggalnya ada satu tempat yang lumayan bisa saya pakai.
Begitu juga dengan ibu saya, menyarankan kalau mau, saya balik lagi ke tempat awal, di rumah tua, karena di sana ada ruang yang cukup untuk ditempati.
Saya bukannya gengsi atau bagaimana, hanya tidak enak saja rasanya.
Memang mungkin sebenarnya tidak masalah sama sekali kalau saya balik lagi.
Tapi ya, saya merasa sebagai kepala keluarga tidak mampu menjalankan tanggungjawab untuk keluarga kecil saya, sehingga mereka harus ikut wara-wiri.
Apakah benar nggih cara pikir saya ini atau bagaimana sebaiknya?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-keluarga-kecil_20161225_101452.jpg)