Bila Wanita Meminum Obat Kuat Sejenis Viagra, Ini Jadinya
Mengingat umumnya obat Viagra dikonsumsi untuk pria, bagaimana jadinya kalau wanita mengonsumsi obat kuat tersebut?
TRIBUN-BALI.COM - Viagra merupakan salah satu obat kuat paling populer untuk mengatasi impotensi (disfungsi ereksi) pada pria.
Banyak pria mengaku mendapatkan kepuasan bercinta yang lebih baik setelah mengonsumsi pil berwarna biru ini.
Mengingat umumnya obat Viagra dikonsumsi untuk pria, bagaimana jadinya kalau wanita mengonsumsi obat kuat tersebut?
Adakah bahaya atau efek sampingnya?
Viagra merupakan obat yang “didewakan” para pria karena khasiatnya untuk memperbaiki gangguan fungsi seksual seperti disfungsi ereksi.
Obat ini diperkenalkan pada tahun 1990-an.
Saat itu para ilmuwan merilis sebuah obat yang disebut dengan sildenafil.
Obat ini berbentuk pi kecil yang berwarna biru muda.
Percaya atau tidak, penemuan Viagra sebagai obat disfungsi ereksi ini ternyata hanya kebetulan.
Pada awalnya, obat ini dimaksudkan untuk membantu mengatasi penyakit angin duduk, atau dalam bahasa medisnya disebut dengan angina pektoris.
Angina pektoris merupakan suatu kondisi terjadinya penyempitan pembuluh darah di jantung.
Sayangnya, sildenafil tidak begitu ampuh untuk mengobati angina.
Para peneliti justru menemukan bahwa obat tersebut bisa membantu memperlancar aliran darah ke penis.
Hal ini tentu akan membantu pria untuk mengalami ereksi dan mempertahankan ereksi lebih lama.
Nah, bermula dari situ, produsen obat Viagra memutuskan untuk memasarkan sildenafil untuk mengatasi disfungsi ereksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/minum-obat_20170904_094042.jpg)