Pura di Bali
Ini Makna Palinggih Dewi Gangga di Pura Campuhan Windhu Segara Denpasar
Satu diantara palinggih di Pura Campuhan Windhu Segara, Denpasar, Bali adalah palinggih Dewi Gangga.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satu diantara palinggih di Pura Campuhan Windhu Segara, Denpasar, Bali adalah palinggih Dewi Gangga.
Dijelaskan Jero Mangku Ketut Maliarsa, Dewi Gangga adalah sosok dewi yang cantik.
Juga disebutkan sebagai perwujudan sungai suci Gangga yang ada di India.
"Dewi Gangga memegang guci, dan mencurahkan air suci melalui guci tersebut.
Baca juga: Wisata Religi Unggulan, Pura Campuhan Windhu Segara Disambangi Kemenparekraf
Hal ini diyakini bahwa Dewi Gangga sedang mencurahkan air kesuburan," jelasnya kepada Tribun Bali, Rabu 3 Maret 2021.
Serta diyakini juga air suci yang dicurahkan itu sebagai pembersih dari segala dosa.
Sehingga dengan melakukan mandi di sungai Gangga, maka akan memperoleh anugerah keselamatan dan pengampunan dosa.
Atau dapat membersihkan segala kekotoran yang melekat pada jiwa dan raga umat se-dharma atau umat Hindu.
"Secara mitologi, kisahnya adalah seorang raja yang secara ajaib mempunyai enam puluh ribu putra," sebut pemangku asli Bon Dalem ini.
Suatu saat Raja Sogara, akan melaksanakan upacara yadnya dengan menggunakan seekor kuda sebagai sarana upacara.
Namun kuda itu hilang, dicuri oleh Dewa Indra karena cemburu.
Oleh karena kudanya hilang, maka raja mengutus semua putranya untuk menyelidiki dan mencari kuda tersebut.
Akhirnya kuda tersebut berada di Patala.
Tepat di samping Rsi Kapila yang sedang bersemedi atau bertapa.
Baca juga: WIKI BALI - Pura Campuhan Windhu Segara Tidak Menghaturkan Daging Sebagai Upakara, Begini Alasannya