Berita Denpasar

Ini Tanggapan Jubir Satgas Covid-19 Kota Denpasar Terkait Kasus Salah Input Data Covid-19

Penulis: Putu Supartika
Editor: Karsiani Putri
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Kasus salah input data Covid-19 terjadi di Kota Denpasar.

Dimana salah satu warga yang berinisial Ketut JG menjalani isolasi terpusat di Hotel Prime Biz Kuta dinyatakan meninggal dunia.

Padahal kenyataannya, Ketut JG masih hidup dan sedang beristirahat di kampung halamannya di Banjar Pangkungparuk, Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali.

Baca juga: Dikatakan Meninggal Faktanya Tidak, Polresta Denpasar Panggil Dinkes, Kadiskes Bali: Human Error

Diketahui Ketut merupakan karyawan garmen yang tinggal di mess karyawan di Jalan Gunung Salak, Padangsambian Kelod, Denpasar Barat.

Terkait kesalahan input tersebut Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan hal itu merupakan kesalahan input atau human error dari petugas.

Kejadian tersebut terjadi pada 4 September 2021 lalu.

Ketika itu menurut Dewa Rai admin menyadari terjadi salah input pada sore harinya.

“Sebenarnya kasusnya itu tanggal 4 September, kemudian hari itu sudah ketahuan kesalahannya,” kata Dewa Rai saat dikonfirmasi, Senin 6 September 2021.

Namun, dikarenakan sudah sore dan sistem sudah close sehingga belum bisa dilakukan perbaikan, dan diputuskan untuk melakukan perbaikan keesokan harinya.

Dan keesokan harinya pada 5 September 2021 data sudah diperbaiki, dimana yang awalnya dinyatakan meninggal diubah menjadi sembuh.

Halaman
123