Berita Buleleng

Sidang Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU, Eksepsi Anak Mantan Sekda Buleleng Ditolak

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Majelis hakim pimpinan Heriyanti saat membacakan amar putusan sela terdakwa Gede Rhadea di Pengadilan Tipikor Denpasar.

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Majelis hakim menolak seluruh nota keberatan atau eksepsi yang diajukan tim penasihat hukum terdakwa I Dewa Gede Rhadea Prana Prabawa (34).

Ditolaknya eksepsi tim penasihat hukum terdakwa tersebut disampaikan oleh majelis dalam sidang pembacaan amar putusan sela di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar, Kamis, 29 September 2022.


"Mengadili, menyatakan keberatan penasihat hukum terdakwa tidak dapat diterima sepenuhnya," tegas hakim ketua, Heriyanti. 


Pula dalam amar putusan sela dinyatakan, bahwa nota keberatan dari tim penasihat hukum tidak beralasan hukum, maka tidak dapat diterima.

Baca juga: Ditinggal Berenang, Villa di Dencarik Buleleng Ludes Terbakar, Penyewa Sibuk Videokan Kepulan Asap

Selain itu nota keberatan telah masuk pada pokok perkara. 


"Materi eksepsi penasihat hukum terdakwa telah masuk dalam pokok perkara yang harus dibuktikan kebenarannya di persidangan," jelas hakim ketua Heriyanti.

Di sisi lain, majelis hakim berpendapat bahwa surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah lengkap, jelas dan cermat. 


Dengan ditolaknya keberatan dari tim penasihat hukum terdakwa, majelis hakim memerintahkan perkara dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sejumlah proyek di Buleleng yang melibatkan anak mantan Sekda Buleleng, Dewa Ketut Puspaka ini dilanjutnya dengan agenda pembuktian. 


Sidang agenda pembuktian, yakni pemeriksaan keterangan para saksi yang dihadirkan JPU akan digelar dua pekan depan.

"Sidang akan kita gelar hari Jumat tanggal 14 Oktober 2022" 


Sebelum sidang dituntut, tim penasihat hukum terdakwa, Gede Indria dkk meminta kepada majelis hakim agar sidang selanjutnya digelar secara luring atau tatap muka.

Baca juga: Selama 3 Bulan, 975 Nelayan Buleleng Akan Diberi BLT BBM dari APBD

Permintaan ini pun akan ditindaklanjuti oleh JPU agar menghadirkan terdakwa di persidangan pada sidang dua pekan mendatang. 


Diberitakan sebelumnya, tim penasihat hukum terdakwa Gede Rhadea mengajukan keberatan atas dakwaan tim JPU.

Tim JPU yang dikomandoi Jaksa Agus Eko Purnomo dalam perkara ini mendakwa terdakwa Rhadea dengan dakwaan berlapis.

Halaman
12