Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Dari Supervisor Matahari, Agus Wirajaya Kini Duduk di DPRD Denpasar

Menjadi seorang anggota legislatif, ia memiliki program andalan yakni Rumah Solusi.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
Ida Bagus Putu Mahendra/Tribun Bali
Anggota DPRD Denpasar, Agus Wirajaya sarankan adanya efisiensi lahan sekolah dasar negeri di Denpasar. Hal tersebut dilakukan guna mengakomodir para calon peserta didik baru yang kini kesulitan mencari sekolah dasar negeri untuk melanjutkan pendidikan. Pria yang kini duduk di Komisi III DPRD Denpasar itu mengatakan, dalam mengakomodir jumlah rombel (rombongan belajar), pemerintah memang perlu menambah jumlah sekolah. Namun, jika lahan untuk membangun sekolah masih terbatas, dapat menyiasati lahan yang tersedia. Seperti misalnya dengan menambah jumlah lantai yang ada di sekolah dasar tersebut. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Agus Wirajaya, S.E., S.Ag kembali terpilih menjadi anggota DPRD Kota Denpasar untuk periode kedua dalam Pemilu 2024 lewat Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menjadi seorang anggota legislatif, ia memiliki program andalan yakni Rumah Solusi.

Untuk mencapai posisinya saat ini, Agus harus melewati jalan yang cukup berliku.

Baca juga: Selamat Jalan Kadek Sumadana dan Nyoman Seriani, Tak Disangka Jalan Dua Warga Bali Itu Begitu Tragis

Ia pernah menjadi seorang karyawan, mencoba menjadi pengusaha, kemudian menjadi seorang hipnoterapi hingga akhirnya memutuskan terjun ke dunia politik di tahun 2018 lalu.

Lelaki kelahiran Denpasar, 25 Maret 1979 ini merupakan alumni dari SMAN 4 Denpasar tahun 1997.

Kemudian ia melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Unud di tahun 1998 dan meraih gelar Sarjana Ekonomi di tahun 2004.

Selama berkuliah tersebut, ia pun aktif di organisasi bahkan pernah menjadi Ketua Senat Fakultas Ekonomi di tahun 2000.

Baca juga: Tim Polda Bali Gerebek Gede Widnyana di Rumahnya Jalan Imam Bonjol Denpasar, Ini Pengakuannya

Tamat kuliah, ia melamar di Matahari Dept Store Jalan Dewi Sartika dan menempati posisi sebagai supervisor.

Saat bekerja di Matahari, Agus juga mengambil kuliah Sarjana Agama di Sekolah Tinggi Agama Buddha Maha Prajna Jakarta.

Bekerja hampir 5 tahun, ia memutuskan resign bulan Oktober 2008 dan membangun bisnis sendiri.

Agus pun membuka coffee shop dengan nama Kedai Wira yang saat itu masih belum menjamur seperti saat ini.

“Saat itu coffee shop masih belum seramai sekarang, dan orang-orang masih suka ke Starbucks. Dan mungkin saya kecepetan buat usaha itu,” kata Agus sambil berkelakar saat dihubungi Senin, 22 April 2024.

Dua tahun berjalan, ia memutuskan menutup usahanya dan kemudian mengambil pelatihan hipnoterapi selama 3 bulan di Adi W. Gunawan Institute dan membuka praktik mulai tahun 2011 hingga kini.

Selain itu, bersama sang istri, ia juga mengembangkan sebuah metode persalinan.

“Itu ada bukunya, bagaimana mempersiapkan seorang ibu agar bisa melahirkan dengan nyaman,” kata politisi yang memiliki ciri khas menggunakan baju merah muda atau pink dan mengendarai motor Astrea Grand ini.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved