Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Belum Serah Terima, Jalan Hotmix Senilai Rp5,9 Miliar di Buleleng Rusak

Proyek peningkatan jalan penghubung dua Banjar, yakni Banjar Dinas Klandis dan Banjar Dinas Mengandang di Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan

Istimewa
RUSAK - Ruas jalan penghubung Banjar Dinas Klandis dan Banjar Dinas Mengandang di Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan badan jalannya mengalami kerusakan. Padahal proyek jalan hotmix senilai Rp 5,9 miliar itu belum diserahterimakan. 

Belum Serah Terima, Jalan Hotmix Senilai Rp5,9 Miliar di Buleleng Rusak

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Proyek peningkatan jalan penghubung dua Banjar, yakni Banjar Dinas Klandis dan Banjar Dinas Mengandang di Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali dilaporkan telah rusak.

Padahal proyek peningkatan jalan hotmix senilai Rp5,9 miliar itu bahkan belum diserahterimakan. 

Kerusakan ruas jalan tersebut menuai sorotan dari anggota DPRD Buleleng, Wayan Masdana.

Baca juga: Mahayastra Tegaskan akan Perbaiki Jalan Rusak di Gianyar, ASN Diminta Kerja Maksimal 

Dia yang ke lokasi proyek pada Senin (12/5/2025) mendapati kerusakan parah.

Di mana lapisan aspal di badan jalan banyak yang mengelupas, terutama di titik tanjakan dan tikungan. 

"Ada juga gorong-gorong yang tersumbat, menyebabkan air meluap dan merusak bagian bawah jalan," ucapnya. 

Baca juga: Pemkab Klungkung Tambal Jalan Rusak di Banjarangkan, Maksimalkan CSR di Tengah Efisiensi Anggaran

Politisi asal Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan ini menyebut proyek peningkatan jalan sepanjang 3,5 kilometer ini sempat mengalami gagal tender sebanyak dua kali.

Hingga pada Agustus 2024 baru ada pemenang. 

Sayangnya, lanjut Masdana, pengerjaan proyek bersamaan dengan musim hujan. 

Baca juga: Perbaikan Jalan Rusak di Payangan Menuju Bangli Bali akan Dialokasikan Pada Anggaran Perubahan 2025

Hal ini pula yang menurutnya menjadi penyebab pengerjaan proyek melewati tenggat waktu.

Kontraktor bahkan telah menerima surat peringatan ke-tiga (SP3) sejak 23 Maret 2025.

Namun penyelesaian pekerjaan masih tertunda hingga Mei ini. 

"Kontraktor sudah saya temui dan mereka berjanji akan melakukan perbaikan hingga seminggu ke depan," sebutnya. 

Baca juga: MAHAYASTRA Respon Keluhan Warga & Janji Segera Perbaiki, Adnyana Berharap Perbaiki Jalan Rusak

Masdana menambahkan, semua kerusakan akan dievaluasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng sebelum proyek ini bisa diserahterimakan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved