Berita Badung
PASCA Ledakan Trotoar, Warga Berharap Segera Diperbaiki, Khawatir karena Masih Tercium Bau BBM!
Sejumlah warga menduga jika bencana sebelumnya terjadi akibat bocornya SPBU Darmasaba, hingga gasnya mengalir ke trotoar.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Rasa cemas masih menyelimuti warga di Banjar Menesa, Darmasaba, Abiansemal, Badung, pasca-ledakan trotoar yang telah terjadi hampir sepekan lalu. Dilaporkan, aroma bensin yang terus tercium memicu kekhawatiran akan potensi kebakaran susulan.
Sejumlah warga menduga jika bencana sebelumnya terjadi akibat bocornya SPBU Darmasaba, hingga gasnya mengalir ke trotoar. Ketika ada yang melempar puntung rokok, seketika trotoar yang tertutup meledak.
Salah satu penjaga salon kecantikan yang berada tepat di samping SPBU Darmasaba, Sinta Natasya (23) menyebutkan jika sampai saat ini aroma bensin yang tercampur dengan aliran air di saluran drainase masih menyengat. Hal ini pun dikhawatirkan bisa menimbulkan kebakaran susulan.
Baca juga: STATUS dan Dokumen Dinyatakan Sah, Pansus TRAP DPRD Bali Kunjungi Lokasi Lahan Pengganti di Jembrana
Baca juga: OKK dan AJB Diringkus di Denpasar, Curanmor di Blahbatuh Terungkap, Dua Pemuda Dibekuk Polisi
"Pasca kejadian, sempat aroma bensin tersebut hilang beberapa jam pada Selasa siang, namun sore harinya kembali muncul. Mungkin karena hujan aroma bensinnya hilang," ujarnya, Rabu (22/4).
Diakui, aroma bensin yang menyengat itu kian menguat setelah trotoar di depan lokasi usahanya itu rusak parah. Dia pun berharap pihak terkait untuk segera memperbaikinya, karena dalam beberapa hari belakangan ini para pelanggannya menurun lantaran kondisi tersebut.
"Saya berharap secepatnya diperbaiki. Sangat menganggu dan membuat kami tidak bisa beraktivitas normal. Bahkan ada tempat usaha cukur rambut yang tutup karena khawatir terjadi kebakaran atau ledakan lagi," harapnya.
Disebutkan pula sejumlah pedagang yang berlokasi di pinggir jalan sebelumnya sudah curiga dengan aroma bensin yang menyengat. Kondisi itu terjadi sekitar seminggu sebelum ledakan terjadi.
"Dulu sudah ada bau sebelum ledakan, tapi tidak berfikir itu apa karena bocor. Namun kita menduga akibat aroma pengisian bahan bakar saja. Semua tidak menduga," imbuhnya.
Sementara I Wayan Budiarta yang merupakan Teknisi SPBU Darmasaba mengaku saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh aparat kepolisian. Pihaknya pun tidak berani memastikan apa itu bocor atau bagaimana, namun untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan SPBU sementara tidak beroperasi.
"Pengecekan hari ini ada ketika ada aroma," ujarnya. Dia mengaku menyerahkan sepenuhnya ke aparat kepolisian. Bahkan pihak pertamina juga terus mendalami penyebab terjadinya ledakan itu. "Ya saat ini masih tunggu hasil dari Kepolisian," imbuhnya. (gus)
| Alasan Dorong Skema KPBU, Ternyata Badung Kekurangan 15 Ribu LPJ dan Ribuan Tercatat Rusak |
|
|---|
| Detik-detik Gifar Terekam CCTV Sebelum Tewas, Jalan Sendiri Menyusuri Pantai Melasti |
|
|---|
| DBD dan Leptospirosis Jadi Ancaman Serius, Dinkes Badung Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan |
|
|---|
| WASPADA! Sampah di Badung Belum Sepenuhnya Tuntas, DBD dan Leptospirosis Jadi Ancaman |
|
|---|
| Buntut Perang di Timur Tengah, LPG Nonsubsidi Naik, 2 Resto di Kuta Tambah Biaya Hingga Rp5 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kondisi-trotoar-di-Jalan-Darmasaba-56.jpg)