Virus ASF di Bali
Puluhan Ekor Babi Mati Mendadak Jelang Panen, Virus ASF Diduga Muncul Lagi di Canggu
Virus African Swine Fever (ASF) kembali menghantui. Puluhan babi di wilayah Canggu, Kecamatan Kuta Utara
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Virus African Swine Fever (ASF) kembali menghantui
Puluhan babi di wilayah Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung mati mendadak.
Seorang peternak bahkan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah karena 60 ekor babinya yang siap panen mati secara mendadak.
Wabah itu diketahui muncul pada awal April 2026 lalu, karena satu per satu babi milik warga mati secara mendadak.
Seorang warga Ketut Widanta saat dikonfirmasi mengakui jika semua babi peliharaannya telah mati. Wabah yang sebelumnya telah hilang menurutnya kembali muncul hingga membuat dirinya rugi total.
Baca juga: Gianyar Waspadai Virus ASF, Pasca 32 Provinsi di Indonesia Terserang ASF
“Semua mati babinya, tidak ada yang tersisa. Totalnya 60 ekor,” ujar pria asal Banjar Kayu Tulang, Canggu, Kecamatan Kuta Utara saat dihubungi Kamis (21/5).
Widanta yang juga suka memelihara anjing itu menyebutkan virus yang diduga ASF muncul pada awal April 2026 lalu. Saat itu babi miliknya tidak mau makan sama sekali, hingga melemas dan langsung mati.
“Awalnya tidak mau makan babinya. Terus lemas, lama-lama mati,” ucapnya.
Puluhan babi yang mati itu katanya sudah dikubur. Namun sayangnya virus yang mematikan itu tidak ada obatnya, hingga dirinya mengalami kerugian cukup banyak.
“Padahal babi saya beratnya sudah sekitar 150 kilogram (kg). Sudah siap panen, dan malah mati kena virus,” jelasnya.
Baca juga: WASPADA Virus ASF, Gianyar Atensi Pasca 32 Provinsi di Indonesia Terserang, Tak Mau Terulang Lagi
Ia mengaku kejadian matinya puluhan ekor babi tersebut belum diketahui pihak Dinas Pertanian dan Pangan Badung.
Menurutnya jika pun ada laporan nanti tidak akan ada tindakan.
Saat ini dirinya berhenti sementara untuk memelihara babi, setelah virus dirasa hilang. Bahkan pembersihan kandang juga akan dilakukan untuk menghilangkan bakteri-bakteri yang ada.
Namun, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung belum bisa dikonfirmasi terkait munculnya kasus ASF di Canggu.
Sementara itu, kejadian babi mati mendadak juga pernah terjadi pada Maret 2024 lalu. Waktu itu, ratusan ekor babi di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem mendadak mati, dari Februari hingga Maret 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/salah-satu-ternak-babi-milik-eka-yang-mati-diduga-akibat-virus-asf.jpg)