Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Virus ASF di Bali

Puluhan Ekor Babi Mati Mendadak Jelang Panen, Virus ASF Diduga Muncul Lagi di Canggu 

Virus African Swine Fever (ASF) kembali menghantui. Puluhan babi di wilayah Canggu, Kecamatan Kuta Utara

Tayang:
Istimewa
Ilustrasi babi - Puluhan Ekor Babi Mati Mendadak Jelang Panen, Virus ASF Diduga Muncul Lagi di Canggu  

Gejalanya Babi tidak mau makan, badan panas, dan mencret.

Selain itu bengong, tak beraktivitas seperti biasanya, sempat kejang, dan muncul bintik merah.

Perbekel Desa Ban, Gede Tamu Sugiantara mengaku, peternak babi di Desa Ban sedang berduka. Mengingat banyak babi masyarakat mati mendadak. Satu kepala keluarga (KK) di Desa Ban bisa kehilangan 25 ekor babi, induk dan anak.

Seandainya diakumulasi keseluruhannya, babi warga Desa Ban yang mati mencapai 200 ekor lebih. Pihaknya memperkirakan kematian ratusan babi tersebut karena terserang virus ASF.

Kejadian serupa juga terjadi di Desa/Kecamatan Abang. Puluhan babi warga mati mendadak. Gejalanya sama, babi tidak mau makan, badannya panas, di bagian leher muncul bintik merah, dan kejang-kejang.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Distan) Karangasem, Nyoman Siki Ngurah waktu itu mengatakan babi yang mati terindikasi ASF. Kasusnya menyebar di semua kecamatan di Karangasem. Babi mati mendadak terbanyak di Desa Ban, Kecamatan Kubu.

Petugas sudah melakukan pengecekan ke Desa Ban dan mengambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan. Hasilnya terindikasi ASF

“Petugas sudah sempat lakukan pengecekan di beberapa titik di Desa Ban. Hasilnya terindikasi ASF. Kita juga melakukan sosialisasi di Desa Ban,” jelas Siki Ngurah.

Ia pun mengimbau peternak babi melaksanakan biosecurity kandang berupa penyemprotan cairan desinfektan ke babi, kandang, dan bagian lain. Tujuannya mencegah penularan penyakit virus ke hewan, satu di antaranya virus ASF  ke ternak babi

Dikatakan Virus ASF hingga sekarang belum ada obat karena itu peternak harus disiplin menerapkan pencegahan dan biosecurity sehingga babi tak mati mendadak. Membersihkan kandang harus rutin dilakukan setiap minggu.

“Kalau ada ternak yang sakit, langsung laporkan ke Puskeswan, sehingga ditindaklanjuti. Tiap kecamatan ada Puskeswan,” kata Siki.

“Untuk warga yang ternaknya sudah terjangkit virus sementara tidak memelihara babi. Minimal 3 bulan. Biar tak rugi. Biasanya ternak yang terjangkit agak cepat penyebarannya,” katanya. 

Camat Belum Terima Laporan

Kasus kematian babi mati diwilayah Canggu karena diduga terjangkit virus African Swine Fever (ASF) mulai menghantui para peternak babi di Badung. Matinya babi milik warga itu pun tidak dipungkiri Camat Kuta Utara, Putu Eka Permana. 

Putu Eka saat dikonfirmasi Kamis (21/5) membenarkan ada babi mati mendadak di wilayahnya. Namun dirinya belum menerima laporan berapa warga yang memelihara babi dan babinya mati.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved