Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Virus ASF di Bali

Puluhan Ekor Babi Mati Mendadak Jelang Panen, Virus ASF Diduga Muncul Lagi di Canggu 

Virus African Swine Fever (ASF) kembali menghantui. Puluhan babi di wilayah Canggu, Kecamatan Kuta Utara

Tayang:
Istimewa
Ilustrasi babi - Puluhan Ekor Babi Mati Mendadak Jelang Panen, Virus ASF Diduga Muncul Lagi di Canggu  

“Iya, memang ada satu warga kami di Banjar Kayu Tulang, yang babinya mati,” ujarnya.

Pihaknya menyebutkan, warga tersebut memang membeli anak babi untuk dipelihara. Namun setelah besar dan ada yang masih kecil malah mati secara mendadak.

“Jadi tidak semua babinya besar. Ada yang kecil-kecil juga mati,” bebernya

Mengenai penyebab kematian puluhan ternak ini, Eka Permana belum bisa memastikan penyebabnya. Pasalnya, kejadiannya sudah sebulan lalu.

“Kejadiannya bulan lalu mati, mungkin awal bulan kemarin yang masih hidup mati juga,” ucapnya.

Kendati demikian saat ini warga tersebut sudah tidak memelihara babi lagi.

“Untuk sebab pasti kami belum tahu. Karena awalnya dia coba-coba pelihara babi karena dapat banyak makanan sisa restoran. Apakah itu virus atau bagaimana saya kurang tahu,” imbuh Putu Eka.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Gianyar, Made Santiarka pernah menjelaskan di Kabupaten Gianyar ada berbagai cara pemeliharaan ternak, terutama babi yang berpotensi terserang virus.

Di antaranya adalah perilaku memotong ekor babi, dengan tujuan babi menjadi jinak.

Menurut dia, di Bali secara umum dari 54 peternak babi skala besar, sebanyak 33 peternak melakukan potong ekor. Sedangkan di Gianyar untuk potong ekor dilakukan belasan peternak. 

“Dalam istilah manusia, disebut tidak manusiawi, itu perbuatan yang kejam. Karena selain menyakiti ternak, hal tersebut akan membuat ternak menjadi stres dan bisa mudah terserang virus,” ujar Santiarka saat dikonfirmasi Selasa 26 Maret 2024.

Cara pemeliharaan yang tidak baik lainnya, kata dia, adalah memelihara babi dalam kandang sempit. Di mana dengan cara tersebut, babi hanya bisa maju dan mundur atau tidak bisa bergerak secara bebas. 

Berbeda dengan di negara penghasil daging berkualitas, ternak justru diberikan kebebasan dan dirawat agar tidak stres. Bahkan ada juga yang memperdengarkan musik pada ternaknya.

Sebab, daging yang berkualitas didapatkan pada ternak yang sehat. Baik sehat secara fisik maupun psikologis. 

“Ternak yang hanya bisa maju dan mundur saja, itu tidak memberi aspek pertumbuhan ternak dengan baik. Justru dengan ruang gerakan yang ideal, ternak babi bisa tumbuh dengan baik,” ajaknya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved