Berita Bali
Kapasitas PLTS di Bali Saat Ini Capai 50 MW, Siapkan Proyek Baru PLTS 9-10 MW di Badung
Untuk tahun 2025 ini, Setiawan menyebut sejumlah pengembang sudah menyiapkan proyek baru
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
“Kalau di tahun ini memang ada beberapa epc, ada pengembang termasuk dari PLN Icon Plus. Karena dia ada studi dulu, dia rencanakan antara 9 sampai 10 MW. Mungkin yang terbesar ada di Puspem Badung. Tapi realisasinya kita harus lihat, karena satu, ini ada kontraktual, ya tentunya ada administrasi yang harus diselesaikan,” katanya. (sar)
Lakukan Pengecekan Ulang
Terkait PLTS yang mangkrak, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan menyebut pemerintah daerah akan melakukan pengecekan ulang, terutama yang dibangun pada 2012.
“Nah ini perlu dicek kondisinya seperti apa, apakah bisa direvitalisasi atau dia memang harus diganti,” jelasnya.
Soal dampak penghematan, Setiawan mengatakan rata-rata penggunaan PLTS mampu mengurangi biaya listrik antara 10–40 persen, tergantung lokasi dan apakah dilengkapi baterai atau tidak.
“Jadi kayak tadi Pak Kades di sini bilang selama 43 hari itu yang tadinya pembayarannya 1–1,5 juta bisa berkurang hampir 50 persen jadi sekitar 750-an,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sebagian besar PLTS di Bali daratan terhubung on grid dengan PLN, sementara di Nusa Penida banyak yang bersifat off grid atau hybrid dengan baterai.
“Kalau dia on grid artinya sama dengan PLN. Malam nggak berproduksi,” katanya.
Meski begitu, Setiawan menegaskan saat ini tidak ada skema jual beli listrik dari PLTS ke PLN.
“Sekarang dengan skema yang ada tidak ada jual beli ke PLN, artinya konsumen kalau masang dia hanya dapat penghematan pada saat siang hari. Artinya penghematannya. Tidak ada jual beli,” tutupnya. (sar)
Kumpulan Artikel Bali
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.