Seputar Bali
6 Fakta Keji Kem4tian Mahasiswi Unram di Pantai Nipah, Hanya Pakai Pakaian Dalam, K3lamin Robek
Muncul fakta-fakta baru soal penemuan jenazah seorang mahasiswi Unram di Pantai Nipah yang ternyata masih berdarah asli Bali.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Muncul fakta-fakta baru soal penemuan jenazah seorang mahasiswi Unram di Pantai Nipah yang ternyata masih berdarah asli Bali.
Korban diketahui bernama Made Vaniradya yang ditemukan dalam posisi telungkup di pantai dengan hanya berbalut pakaian dalam.
Satu hal paling keji adalah, usai melakukan otopsi, kelamin korban diketahui mengalami robek sehingga ada dugaan korban mengalami kekerasan seksual.
Nah berikut beberapa fakta-fakta soal penemuan jenazah mahasiswi Unram di Pantai Nipah.
Baca juga: 2 Korban Terseret Arus di Pantai Mengening Ditemukan Meninggal Dunia, 1 Lagi Masih Dalam Pencarian!
1. Alat Kelamin Robek
Dari hasil visum jenazah, ditemukan fakta bahwa jenazah ditemukan luka robek dibagian kelamin.
Hal ini diungkapkan oleh Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Kombes Pol Syarif Hidayat.
Temuan luka robek itu memunculkan dugaan mahasiswi tersebut sempat mengalami pemerkosaan.
"Ada kemungkinan korban pemerkosaan, hasil visum ada robek, tapi kita belum tahu (pelakunya) korban atau pelaku (penganiayaan)," kata Syarif, Jumat (29/8/2025).

Baca juga: Mahasiswi Made Vaniradya Hanya Pakai Pakaian Dalam, Pacar: Kami Nggak Ngapa-ngapain
2. Polisi Amankan 1 Terduga Tersangka
Menanggapi kasus pembunuhan yang berpotensi ditambah dengan dugaan pemerkosaan, Kombes Pol Syarif Hidayat mengungkapkan sudah mengamankan 1 orang.
Dia mengakui dari kasus penemuan jenazah dan mengarah ke pemerkosaan tersebut, Polda Nusa Tenggara Barat telah mengamankan satu orang.
Namun, pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus mahasiswi tersebut.
"Silahkan konfirmasi Polres Lombok Utara, karena sudah ada satu yang diamankan," kata Syarif.
3. Berangkat Menikmati Senja
Pada Selasa (26/8/2025) sore sekitar pukul 16.30 WITA, Made Vaniradya bersama kekasihnya, Radit Ardiansyah (19) mahasiswa asal Sumbawa berangkat dari kampus Universitas Mataram menuju Pantai Nipah.
Keduanya mengendarai sepeda motor Honda PCX hitam dengan nomor polisi EA 5502 AI untuk menikmati pemandangan matahari terbenam.
Namun, hingga tengah malam, keluarga mulai khawatir karena Made tak kunjung pulang. Orang tua korban berusaha menghubungi teman-temannya dan melakukan pelacakan lokasi terakhir melalui ponsel.

Baca juga: FIRASAT Sang Ayah Sebelum Kematian Sang Putri, Polisi Temukan Luka Robek di Kelamin Mahasiswi Made V
4. Kondisi Korban dan Pacar
Upaya pencarian keluarga membuahkan hasil pada Rabu (27/8) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA. Radit ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri dan mengalami luka serius di wajah dan sekujur tubuh.
Ia langsung dilarikan ke Puskesmas Nipah untuk mendapatkan pertolongan medis.
Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 06.30 WITA, jasad Made ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, tergeletak di lokasi yang sama. Ia hanya mengenakan pakaian dalam dan ditemukan dalam posisi telungkup.
5. Diduga ada Kekerasan Seksual
Kasat Reskrim Polres Lombok Utara AKP Punguan Hutahaean menyampaikan, dugaan sementara mengarah pada tindakan kekerasan.
Polisi telah mengamankan barang bukti termasuk sepeda motor korban, dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama Unit Identifikasi.
"Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,”
“Korban RA telah dirujuk ke RS Bhayangkara untuk penanganan lanjutan, sementara jenazah MVPN akan dilakukan otopsi," ujar AKP Punguan dalam keterangan tertulis.

6. Diserang Pria Pakai Bambu
Dalam keterangannya, Radit mengaku tidak mengenal pelaku, namun masih mengingat ciri-ciri fisiknya.
Ia menceritakan bahwa saat mereka duduk berdua menikmati suasana pantai, tiba-tiba seorang pria muncul dari arah belakang membawa sebilah bambu.
Pelaku sempat bertanya tujuan mereka berada di lokasi tersebut dan menggeledah tas mereka.
"Saya jawab, kami tidak ngapa-ngapain di sini, periksa saja tas kami pak, jajan doang isinya," kata Radit
Meskipun Radit sudah menjelaskan bahwa mereka hanya jajan dan akan segera pulang, pelaku menahan mereka dan menyerang secara brutal.
Radit pun mengaku sempat pingsan dan baru sadar saat ada warga yang datang menolong.
"Tapi ditahan sama dia, terus saya pingsan bangun pas ibu itu datang," kata Radit. (*)
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul 4 Fakta Penemuan Mayat Mahasiswi Unram yang Diduga Korban Kekerasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.