Demonstrasi di Bali
Demo di Bali, 19 Orang Diamankan Polisi, Diduga Sebagai Provokator Aksi Pelemparan dan Perusakan
Jika sampai Bali dikatakan tidak aman dan dapat travel warning dari beberapa negara, berimbas kepada Bali sendiri akhirnya.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Massa aksi “Bali Tidak Diam” berpencar dan membubarkan diri dari Mapolda Bali sejak pukul 16.30 WITA.
Jalan-jalan di seputar Mapolda Bali sudah kembali dibuka dan dapat dilalui pengendara.
Situasi pun sudah kondusif dan terkendali setelah polisi memukul mundur massa dengan semprotan air dari mobil water canon dan gas air mata.
“Kita bisa lihat sekarang sudah kondusif situasinya. Pendemo sudah membubarkan diri dan sampai saat ini masih aman terkendali. Jalan-jalan sudah dibuka lagi,” ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, Sabtu 30 Agustus 2025.
Baca juga: Massa Berkumpul Dekat DPRD Bali, TNI, Satpol PP Hingga Pecalang Lakukan Penjagaan
Dari berjalannya aksi terpantau terdapat sejumlah oknum massa diamankan polisi dan hal tersebut dibenarkan oleh Kombes Ariasandy.
“Ada 19 orang kita amankan dari pengunjuk rasa. Nanti kita dalami peran mereka masing-masing (terduga provokator),” imbuhnya.
Ia menambahkan, dari 19 orang yang diamankan akan ditindaklanjuti peran mereka, dan ada CCTV di jalan yang bisa memantau situasinya.
Dari hasil rekaman CCTV itu, bisa dilihat siapa-siapa saja pelaku-pelaku pelanggaran hukum.
Disinggung apakah dari personel Polda Bali ada yang menjadi korban lemparan batu?
Kombes Ariasandy menyampaikan, ada beberapa anggota yang terluka, namun data pasti dan kondisinya seperti apa belum dapat informasi lebih lanjut.
“Ada beberapa dari anggota saya, belum update lagi, mungkin dua atau lebih dari itu terkena lemparan batu,” ungkapnya.
Apakah aksi akan berlanjut esok hari? Pihaknya mengatakan, belum mendapatkan informasi lebih lanjut, tetapi akan tetap dipantau dan standby sampai situasi betul-betul aman.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat, jangan mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung-jawab.
“Kepada masyarakat jangan sampai terprovokasi. Sama-sama kita menjaga Bali agar tetap senantiasa kondusif jangan sampai terprovokasi mencederai Bali itu sendiri,” ajak Kombes Ariasandy.
Menurutnya, jika sampai Bali dikatakan tidak aman dan dapat travel warning dari beberapa negara, berimbas kepada Bali sendiri akhirnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.