Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Penganiayaan di Bali

PACAR Bully Teman Sekelasnya, MFU Malah Dihajar Senior di Nusa Dua Bali, Padahal Sudah Minta Maaf!

Di mana MFU memang awalnya mencari nomor handphone RES, pacar YA, agar menasehati pacarnya yang melakukan body shaming kepada dirinya.

Tayang:
ISTIMEWA
BULLY - Selanjutnya pelaku memukul korban di bagian hidung sebanyak 1 kali, memukul di bagian rahang kiri sebanyak 2 kali dan menendang sebanyak 2 kali di bagian bokong dan kepala, di situ korban tidak melakukan perlawanan. 

TRIBUN-BALI.COM  - Kasus penganiayaan pelajar SMK di Nusa Dua, Badung, ternyata dipicu masalah body shaming yang dilakukan oleh YA, teman perempuan sekelas korban MFU (17) siswa kelas X. Sementara itu pelaku adalah AW (19) yang merupakan kakak kelas korban, siswa kelas XII. 

Di mana MFU memang awalnya mencari nomor handphone RES, pacar YA, agar menasehati pacarnya yang melakukan body shaming kepada dirinya.

Namun singkat cerita, diduga terjadi aksi saling tantang, yang justru melibatkan antara korban dengan teman dari RES, yakni AW. Padahal permasalahan awal antara MFU dengan YA pacar dari RES. 

"Permasalahan berawal dari korban yang diejek oleh teman wanita satu kelas berinsial YA korban dengan kata "Jelek Banyak Gaya"," ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, saat dikonfirmasi Tribun Bali, Minggu (28/9). 

Baca juga: HANTAM & Tendang Adik Kelas! Penganiayaan Pelajar SMK di Nusa Dua, Korban Body Shaming Malah Dihajar

Baca juga: KERACUNAN MBG? Pemerintah Tutup Sementara SPPG Bermasalah, 17 SPPG di Jembrana, Terbanyak di Bali

"Jadi pelaku pemukulan adalah AW, AW itu teman sekelas dari RES, RES pacar dari YA itu," imbuhnya. 

Dikatakan AKP Sukadi, korban MFU sempat mengabaikan dan mengalah atas kejadian tersebut namun YA kembali memancing korban dengan mengatakan "katanya kamu mau melawan pacarku” dan korban MFU menjawab dengan “Yaudah sini ne”.

Korban bahkan sudah meminta maaf saat itu, padahal dilihat dari kasusnya MFU adalah korban body shaming yang dilakukan pacar RES, namun justru permintaan maaf korban tidak diterima diduga karena berujung pada aksi saling tantang.

"RES mendapat aduan dari pacarnya terkait permasalahan yang kemudian membawa bawa nama RES. Dalam percakapan melalui chat Wa terjadi saling tantang antara RES dan korban, kemudian RES menyampaikan adanya tantangan kepada pelaku AW hingga akhirnya pelaku mencari korban," jelasnya.

Hingga pada akhirnya korban dicari oleh pelaku, korban diminta untuk datang ke tempat parkir dan kemudian diarahkan menuju sebuah lahan kosong belakang SMK yang mana pada lokasi tersebut sudah banyak rekan-rekan pelaku yang sudah menunggu.

Korban sempat menyampaikan kepada pelaku AW “Lebih baik dibicarakan baik baik dan saya meminta maaf” dan pelaku berkata “Apa maksudmu ngomong bawa-bawa parang, sudah merasa jagoan kamu jadi adik kelas”.

Selanjutnya pelaku memukul korban di bagian hidung sebanyak 1 kali, memukul di bagian rahang kiri sebanyak 2 kali dan menendang sebanyak 2 kali di bagian bokong dan kepala, di situ korban tidak melakukan perlawanan.

Kejadian penganiayaan ini terjadi pada Jumat (26/9) dan diviralkan di media sosial, keesokan harinya pihak korban melapor ke Polsek Kuta Selatan.

"Akibat kejadian tersebut korban merasa kesakitan di bagian pipi dan hidung serta susah untuk bernapas," bebernya.

Saat ini antara korban, pelaku, saksi beserta orang tua dan pihak sekolah telah melakukan mediasi dan korban telah membuat laporan ke Polsek Kuta Selatan dengan menyerahkan serta menghormati semua proses hukum yang sudah berjalan ke pihak kepolisian. (ian)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved