Seputar Bali
UPDATE Pembongkaran Tembok di GWK, Manajemen Tepati Janji, Bongkar Lebih dari 50 Meter
Manajemen Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park menepati janji untuk membongkar tembok yang sempat mengundang polemik.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Manajemen Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park menepati janji untuk membongkar tembok yang sempat mengundang polemik.
Pihak GWK akan menepati janji untuk membongkar seluruh tembok namun scara bertahap.
Hingga hari ini, tembok yang dibongkar sudah sepanjang 50 meter dan dipastikan akan terus dilanjutkan.
Dari pantauan jurnalis tribunbali.com pada Kamis sore 2 Oktober 2025 sekira pukul 15.30 WITA, terlihat alat berat tengah melakukan pembongkaran pagar tembok beton.
Baca juga: POTENSI Gempa & Tsunami, Desa Sanur Kauh Tuan Rumah Kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami
Satu alat berat ekskavator diturunkan untuk melakukan pembongkaran dibantu sejumlah pekerja yang disewa oleh manajemen GWK Cultural Park Bali.
“Ini kita lakukan pembongkaran sesuai harapan warga kalau tidak selesai hari ini dilanjutkan besok,” ujar salah satu petugas keamanan GWK yang mengawal prosesnya pembongkaran.
Dari pantauan di lapangan, pagar tembok beton yang telah rampung dibongkar hingga sore ini baru sepanjang kurang lebih 50 meter.
Dan petugas pun sangat berhati-hati dalam melakukan pembongkaran dari informasi yang didapat pagar beton itu akan kembali digunakan.
Baca juga: TEWAS Wayan Tarnu karena CKB, Kecelakaan Libatkan Siswa SMKN 1 Gerokgak yang Hendak Berangkat Magang
Wayan Koster Jawab Polemik Tembok GWK
Gubernur Bali, Wayan Koster menjawab soal polemik pembangunan tembok di area GWK yang menutup akses ke beberapa rumah warga.
Koster menyebut bahwa pengelola GWK harus mampu menjalin hubungan yang baik dengan warga sekitar.
Tak hanya itu, gubernur asal Buleleng ini mengharapkan kalau kawasan GWK tidak boleh eksklusif sehingga bisa memberikan kenyamanan bagi setiap orang.
Hal ini diungkapkan Koster saat menemui manajemen Garuda Wisnu Kencana (GWK) bersama dengan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa di Jaya Sabha.
"GWK tidak boleh eksklusif, jangan memusuhi warga, melainkan warga harus dijadikan ekosistem yang mendukung keberadaan warga agar aktivitas pariwisata dan citra GWK terjaga dengan baik," kata Koster.
Baca juga: Sudah 50 Meter, Manajemen GWK Lanjutkan Pembongkaran Tembok Beton di Jalan Maghada
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Koster didampingi Karo Hukum, Kadis PUPR, dan Kepala Badan Aset Daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Petugas-yang-disewa-oleh-GWK-Cultural-Park-Bali-tengah-membongkar-pagar.jpg)