Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Seputar Bali

Viral Video Petani Lempar Bunga Gumitir ke Sungai, Harga Terjun Bebas, Harga Per Kg Hanya Rp6.000

Sebuah video yang menampilkan seorang petani membuang bunga gumitir ke sungai sempat viral beberapa waktu lalu.

Saiful Rohim
PANEN - Seorang petani di Desa Abang, Kecamatan Abang memanen bunga gumitir. Viral Video Petani Lempar Bunga Gumitir ke Sungai, Harga Terjun Bebas, Harga Per Kg Hanya Rp6.000 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sebuah video yang menampilkan seorang petani membuang bunga gumitir ke sungai sempat viral beberapa waktu lalu.

Ternyata, aksi petani yang membuang bunga gumitir ke sungai tersebut dapat dimengerti karena harga bunga gumitir yang terjun bebas dari harga yang biasanya.

Lalu, sejauh apa penurunan harga bunga gumitir?

Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar, harga bunga gumitir per Selasa 21 Oktober 2025, menunjukkan harga yang memprihatinkan. 

Baca juga: CURI UANG di ATM BRI Sempidi Untuk Dugem di Atlas Beach Club, Mutri Rafido Dibekuk Polisi

Harga gumitir saat ini hanya Rp 6.000 per kilogram. 

Hal ini dinilai jauh di bawah harga produksi, yakni sekitar Rp 7.000 sampai Rp 8.000 dan kejatuhan harga ini tergolong sangat cepat.

Sebab sepekan sebelumnya, harga gumitir masih normal di kisaran Rp12.000 per kilogram, dan bulan sebelumnya bahkan mencapai Rp20.000 ribu per kilogram.

Staf Pemantau Harga Komoditas Disperindag Gianyar, Ketut Sastrawati, membenarkan bahwa ada penurunan harga yang tajam dari bunga gumitir ini. 

Kata dia, jatuhnya harga gumitir akibat over produksi, yang menyebabkan stok di pasar melimpah dan harga turun. 

Baca juga: NEKAT Terjun ke Laut Saat Kapal Berlayar dari Lembar ke Padangbai, Diduga Depresi Masalah Keluarga!

ILUSTRASI BUNGA GUMITIR
ILUSTRASI BUNGA GUMITIR (Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta)

Baca juga: SOSOK Calista, Calon Dokter Perundung Mendiang Timothy Akhirnya Buat Video Minta Maaf, Netizen Geram

"Produksi komoditas ini bukan di Gianyar saja, sehingga over produksi ini menyebabkan stok di pasar melimpah," jelasnya.

Seorang petani, Gede Sarjana mengatakan, selain karena banyaknya petani yang bertani gumitir, saat ini cuaca juga relatif bagus.

Cuaca beberapa waktu kebelakang ini panas menyengat di siang hari dengan sesekali di sore atau malam hari turun hujan. 

Kondisi tersebut merupakan cuaca yang sangat baik untuk gemitir berbunga. 

"Bunganya melimpah karena cuacanya bagus, sehingga jumlahnya di pasar melimpah," ujarnya.

Petani lainnya, Pak Badeng mengatakan, karena harga yang sangat rendah. 

Dirinya pun memilih untuk tidak memanen bunga gumitirnya. 

Dirinya membiarkan bunganya tersebut membusuk di pohon di luas lahan sekitar 40 are.

Meskipun harga anjlok, Pak Badeng tidak berkecil hati, karena tanaman bunga gumitir tersebut ditanam sebagai tumpang sari pada tanaman alpukat dan durian. 

"Mungkin saya menanam terlalu awal, sehingga berbunga sebelum Galungan," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved