Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Ajus Linggih Tagih Janji Kompensasi Blackout PLN

Ajus Linggih yang juga Ketua HIPMI Bali mengharapkan PLN agar menyesuaikan dan beradaptasi dengan adat dan budaya Bali.

Tayang:
Tribun Bali/ Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
Ketua Komisi II DPRD Bali, Ajus Linggih 


Oleh karena, black out yang berlangsung lama yang menghabiskan waktu lebih dari 12 jam bahkan berlanjut pemadaman sejumlah daerah keesokan harinya, merupakan bentuk kelalaian yang berdampak serius pada perekonomian daerah Bali.

 


"Belum ada pengumuman itu (kompensasi-red), Ya kasus blackout kemarin pun masyarakat Bali belum dapat kompensasi," tegasnya.

 


Sementara itu, Gung Cok memberikan tanggapan terkait gaduhnya himbauan PLN menjeleng Hari Raya Galungan.

 


Pasca PLN memberikan himbauan mengenai jarak aman pemasangan penjor dari kabel listrik.

 


Ia menilai himbauan tersebut sah secara teknis, namun berpotensi menimbulkan masalah baru jika tidak mempertimbangkan aspek adat dan tradisi masyarakat Bali.

 


Menurut Gung Cok, edukasi tentang jarak aman memang perlu, tetapi tidak boleh mengurangi makna sakral penjor sebagai simbol kemenangan dharma melawan adharma dalam tradisi Bali.

 


"Kalau himbauan nike bersifat positif menurut saya, tapi tidak seperti dalam arti menyampingkan tradisi dari orang Bali membuat penjor sekarang kan pas kabel PLN itu di depan rumah dan sejajar dengan rumah, pernah kejadian juga di Kerobokan kejadian terkena setrum pada saat membuka penjor," kata Gung Cok saat dikonfirmasi awak media di Denpasar, Senin, 17 November 2025.

 


Ia mengakui bahwa himbauan tersebut bertujuan mencegah kecelakaan, khususnya karena kasus tersetrum akibat penjor pernah terjadi. Namun, ia menegaskan pentingnya menjaga harmonisasi antara keselamatan dan pelestarian tradisi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved