Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

TPA Suwung Tutup

POLEMIK Penutupan TPA Suwung, Dewa Jack Usul Kembali Beroperasi, Denpasar Perlu 345.833 Teba Modern!

Banyak yang khawatir penutupan ini akan menimbulkan tumpukan sampah di pinggir jalan khususnya di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. 

Tayang:
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
SOSOK - Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya mengatakan, akan ada rapat koordinasi (Rakor) Bupati/Wali Kota se-Bali dengan Kementerian Lingkungan Hidup (LH) mengenai penutupan TPA Suwung. 

Selain itu, di Denpasar juga terdapat 24 TPS3R dengan jumlah sampah yang terolah 71,5 ton per hari. Sedangkan timbulan sampah sebanyak 551,6 ton dan yang masuk TPS3R 171,38 ton.

Putra Wirabawa menambahkan, pengelolaan sampah saat ini di Denpasar juga memanfaatkan Pusat Daur Ulang (PDU) dan 338 bank sampah. Dalam sehari dengan memanfaatkan TPS3R, PDU, bank sampah dan teba modern, Denpasar mampu mengolah 224 ton. “Sisanya sebanyak 782,26 ton per hari dibawa ke TPA Suwung,” katanya.

Di sisi lain, menjelang penutupan TPA Suwung, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengumpulkan perbekel dan lurah se-Denpasar. Rapat ini digelar di Gedung Sewakadharma Lumintang, Senin (15/12). Selain itu, juga dihadirkan pengelola TPS3R untuk mengetahui pola maksimal serta kendalanya. 

Dalam rapat ini terungkap jika tenaga kerja menjadi penyebab kurang maksimalnya operasional TPS3R. Bahkan ada TPS3R dalam sehari hanya mampu mengolah 1 ton, padahal timbulan sampah di wilayah tersebut mencapai 49 ton.

Perbekel Pemecutan Kaka, Anak Agung Ngurah Arwatha mengatakan untuk pengolahan sampah di TPS3R Sari Sedana Bung Tomo hanya mengandalkan dua petugas. “Kami ada 15 petugas, tapi itu ada sopir mochi, sopir truk. Untuk pengolah ada 2 petugas,” paparnya.

Dalam sehari, wilayahnya menghasilkan 49,38 ton timbulan sampah. Sedangkan yang bisa diolah di TPS3R hanya 1,6 ton per hari dan sisanya dibuang ke TPA Suwung. “Pembuangan ke TPA sehari dilakukan enam kali dengan menggunakan tiga truk,” paparnya.

Ia menambahkan, untuk anggran penanganan sampah tahun 2025 ini di desanya Rp 1 miliar. Namun Rp 600 juta digunakan untuk pengadaan truk sampah sehingga masih tersisa untuk operasional TPS3R termasuk gaji petugas. Sedangkan dari retribusi sampah dalam sebulan rata-rata mendapat Rp 14 juta. (sar/sup)

Gianyar Bakal Miliki TPST 

Kabupaten Gianyar akan memiliki Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST). Sebelumnya, Gianyar rencananya dibuatkan TPST oleh Bank Dunia.

Namun karena ada kendala, rencana tersebut gagal tender.  Namun, kini Kementerian Pekerjaan Umum menilai Gianyar selama ini sukses dalam pengelolaan sampah, sehingga TPST tersebut direalisasikan dengan biaya menggunakan APBN.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, sejak adanya TPS3R di setiap desa/kelurahan, serta penerapan jadwal pembuangan sampah, volume sampah yang dibuang ke TPA Temesi mengalami penurunan signifikan. Dari 450 ton per hari menjadi 228 ton per hari. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gianyar, I Made Arianta, Senin (15/12) membenarkan hal tersebut. Kata dia, saat ini TPST dalam proses finalisasi Detail Engineering Design (DED). TPST ini akan dibangun di atas lahan seluas 1,2 hektare dengan kokasi di kawasan TPA Temesi.

“Lahan TPST ini merupakan aset daerah, dan itu memang wajib menggunakan aset daerah, tidak boleh kontrak,” ujarnya.

Arianta mengatakan, awalnya TPST ini direncanakan dibuatkan oleh Bank Dunia. “Mungkin persyaratannya terlalu ketat, jadi gagal tender. Saat ini dapat dana APBN Dipa Kementerian PU, Dirjen Cipta Karya Direktorat Sanitasi. Informasinya di tahun 2026 akan didanai Rp 150 miliar,” ujarnya.

Teknologi yang akan diterapkan di TPST ini mulai dari komposting, Refuse-Derived Fuel (RDF) dan Solid Recovered Fuel (SRF). Dijelaskan RDF dan SRF merupakan bahan bakal alternatif dari sampah, biasanya digunakan industri, seperti pabrik semen dan pembangkit listrik sebagai pengganti batu bara.

“Untuk sampah organik akan dipilah dan dijual kembali. RDF dan SRF sedang menjajaki dengan pengepul, salah satunya perusahaan semen,” ujarnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved