Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bencana Alam di Bali

BPBD Catat 1 WNA Tewas dan 150 Wisman Mengungsi, Dampak Banjir Siklon 96S di Denpasar dan Badung

Untuk pengungsian tentu sudah disiapkan tempat-tempat dengan memanfaatkan balai-balai desa atau gedung pemerintah. 

Tayang:
Tribun Bali/TRIBUN BALI/ NI LUH PUTU WAHYUNI SRI UTAMI
COMMAND CENTER – Suasana di ruang command center Kantor BPBD Bali, Selasa (16/12). BPBD Bali mencatat jumlah korban meninggal akibat banjir 1 WNA dan lebih dari 150 wisman mengungsi. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui BPBD membentuk posko Kesiapsiagaan Bencana Terpadu. Posko tersebut dipusatkan di kawasan Monumen Tri Yuda Sakti di lingkungan Sangket, Kelurahan/Kecamatan Sukasada, Buleleng. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa menegaskan, pembentukan posko ini sebagai kesiapan menghadapi potensi cuaca ekstrem jelang akhir tahun 2025.

Posko ini menjadi pusat komando dan koordinasi lintas sektor, untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, terpadu, dan terarah. “Pendirian posko bukan sekadar simbol kesiapsiagaan, melainkan langkah strategis untuk menyatukan langkah seluruh unsur terkait,” tegasnya, Selasa (16/12. 

Posko terpadu melibatkan 13 institusi lintas sektor. Setiap hari, posko akan dijaga oleh 36 personel yang terbagi dalam tiga shift.

Dengan sistem komando terpadu, koordinasi antarinstansi dapat dilakukan lebih cepat tanpa menunggu prosedur yang berbelit. “Satu hari satu instansi minimal menyiapkan tiga orang. Jadi total ada 36 orang di dalam satu hari. Penjaga per shift-nya 13 orang,” ucapnya. 

Melalui penguatan koordinasi sejak awal, potensi bencana dapat ditangani lebih dini. Misalnya, pemangkasan pohon rawan tumbang atau penanganan titik rawan longsor yang bisa dijadwalkan secara berkala bersama instansi teknis seperti DLH, Dinas Perhubungan, Damkar, hingga PUPR.

Suyasa menambahkan, berdaskan prediksi BMKG wilayah Kabupaten Buleleng masih berada dalam pengaruh siklon 91S dan 93S, dengan puncak musim hujan diperkirakan berlangsung hingga Januari 2026. Karenanya masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak panik. 

Posko Terpadu ini beroperasi mulai dari 16 Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Dengan hadirnya Posko Terpadu di Monumen Tri Yuda Sakti, masyarakat kini memiliki pusat pelaporan yang jelas.

Selain Posko, BPBD juga mengoperasikan Pusdalops yang siaga 24 jam dan didukung Tim Reaksi Cepat (TRC) sebagai garda terdepan penanganan kebencanaan di Buleleng.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra mengungkapkan, pembentukan posko terpadu ini merupakan langkah antisipatif menyeluruh.

Walaupun utamanya sebagai garda terdepan dalam kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana, posko ini juga difungsikan untuk pengamanan hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Dari sini masing-masing kecamatan sudah ada komunikasi. Bahkan ini ada kondisi real time dari BMKG. Jadi di mana-mana yang harus diantisipasi, ini yang paling penting,” kata Sutjidra. (sar/mer)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved