Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bencana Alam di Bali

Senderan Jebol, Jalan Alternatif di Sawan Bali Tertutup Longsor, Kerugian Ditaksir Rp 60 Juta

Selain kerugian materiil, material yang longsor juga menutup jalan alternatif menuju ke Desa Bebetin, Kecamatan Sawan.

Tayang:
Tribun Bali/ISTIMEWA
Longsor - BPBD Buleleng saat melakukan analisis, pasca peristiwa longsor di Banjar Dinas Kaja Kangin, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng. Peristiwa ini mengakibatkan akses jalan alternatif menuju Desa Bebetin tertutup. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Peristiwa tanah longsor terjadi di Banjar Dinas Kaja Kangin, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali pada Rabu 6 Mei 2026. 

Walaupun tidak ada korban jiwa, namun peristiwa longsor mengakibatkan jalan alternatif tertimbun. 

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 07.00 Wita. Longsor terjadi di lahan pribadi milik warga bernama Komang Suartama. 

"Sesuai laporan yang kami terima melalui Pusdalop, ada sebuah rumah yang berada di kemiringan senderannya jebol akibat hujan," jelasnya. 

Baca juga: LONGSOR Buat 27 KK Tempekan Yeh Muncrat Terisolir di Gitgit

Panjang senderan yang jebol mencapai 12 meter dengan ketinggian 4 meter. Peristiwa ini mengakibatkan kerugian materiil hingga Rp60 juta. 

Selain kerugian materiil, material yang longsor juga menutup jalan alternatif menuju ke Desa Bebetin, Kecamatan Sawan.

Setelah menerima laporan, analis kebencanaan bersama TRC BPBD Buleleng telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan asesmen di lapangan. Hasilnya, material longsor belum bisa dievakuasi. 

"Sampai saat ini jalur alternatif belum bisa dilintasi kendaraan," ucap Suyasa. 

Menurut mantan Camat Tejakula ini, evakuasi secara manual sebenarnya bisa dilakukan. Namun membutuhkan waktu lama. 

Oleh sebab itu, ia menyarankan pihak desa untuk komunikasi dengan Dinas PUPR Perkim Buleleng terkait peminjaman alat berat. Terlebih akses jalan alternatif ini merupakan aset Kabupaten. 

"Ini karena banyak material beton yang lumayan besar. Saat ini kami juga masih menunggu informasi dari pihak desa mengenai pelaksanaan gotong-royong evakuasi material. Kalau sudah ada jadwalnya kami siap membantu," imbuhnya.

Walaupun akses jalan tertutup, Suyasa menegaskan warga sekitar tidak terisolasi. Sebab masih ada akses jalan lain yang bisa dilintasi, yakni lewat jalur Banjar Dinas Pendem, Desa Bebetin. (mer)

Kumpulan Artikel Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved