Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Nataru di Bali

Bali Sepi, Driver dan Tour Guide Keluhkan Tamu Minim, PHRI Sebut Turis Datang di Last Minute Nataru

Keluhan Bali sepi dari para driver akibat jumlah wisatawan menurun saat jelang libur Natal dan Tahun Baru 2026 di Bali. 

Tayang:
Istimewa/Communication Bandara I Gusti Ngurah Rai
TERMINAL DOMESTIK - Suasana terminal kedatangan domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Bali Sepi, Driver dan Tour Guide Keluhkan Tamu Minim, PHRI Sebut Turis Datang di Last Minute Nataru 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Para pelaku pariwisata pakrimik dengan kondisi pariwisata di Bali menjelang akhir tahun 2025 ini. Ironis, Bali malah sepi mendekati liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Dari pantauan Tribun Bali, Minggu 21 Desember 2025 sore, suasana sepi masih terlihat di pusat sekaligus ikon pariwisata Bali yakni Kuta, Badung. 

Tidak ada kepadatan kendaraan atau kemacetan di seputaran Kuta, Legian, hingga Jalan Sunset Road.

Sebelumnya, jalanan khususnya di tempat-tempat pariwisata pun dikeluhkan sepi oleh para driver pariwisata di Bali. Kondisi ini pun viral di media sosial.

Baca juga: Ops Lilin Nataru, 1.783 Personel Dikerahkan, Kapolda Bali Waspadai Cuaca Ekstrem

Ramai juga di media sosial narasi-narasi perbandingan jumlah penerbangan menuju Chiang Mai, Thailand, yang lebih ramai dibandingkan penerbangan menuju Pulau Dewata jelang libur Natal dan Tahun Baru 2026. 

Ketua Forum Perjuangan Driver Pariwisata Bali (FPDPB), Made Darmayasa, membenarkan keluhan Bali sepi dari para driver akibat jumlah wisatawan menurun saat jelang libur Natal dan Tahun Baru 2026 di Bali

“Info dari teman-teman driver sementara ini memang agak sepi. Mudah-mudahan akhir bulan ini ramai. (Penurunan wisatawan) kalau saya di angka kurang lebih 40 persen untuk saat ini,” jelas Darma kepada Tribun Bali, Sabtu 20 Desember 2025. 

Kondisi penurunan wisatawan ke Bali sudah dirasakan para driver pariwisata sejak pertengahan Oktober. 

Diduga, para wisatawan mancanegara (wisman) lebih memilih berlibur ke Thailand.

“Mungkin Thailand memberikan pelayanan lebih ke wisman baik dari harga dan lain-lain. Memang benar agak sepi sekarang,” imbuhnya. 

Darma menyebut, penyebab penurunan kunjungan wisatawan asing ke Bali akhir-akhir ini karena beberapa faktor kompleks, termasuk dampak ekonomi global yang mengurangi daya beli, menjamurnya akomodasi liar atau bodong yang mengacaukan pasar hotel resmi, isu infrastruktur seperti sampah juga macet, dan tata kelola transportasi yang sembrawut serta permasalahan lingkungan dan budaya akibat pariwisata berlebihan (overtourism) yang mulai memicu perhatian negatif. 

“Faktor seperti isu bencana alam juga sempat berpengaruh, meskipun dianggap bukan penyebab utama dibanding masalah ekonomi global,” ujarnya.

Tak hanya driver pariwisata, sepinya tamu ke Bali juga dirasakan oleh tour guide saat high season Natal dan Tahun Baru 2026. 

Salah satu tour guide di Bali, Agus Indrawan, mengatakan sangat merasakan turunnya jumlah wisatawan yang berlibur ke Bali

“Sangat benar, perubahan drastis kedatangan turis ke Bali bulan ini sangat kita rasakan sekali. Bisa dibilang 80 persen (turun) dibanding dua tahun dan tahun lalu,” kata Agus pada Sabtu 20 Desember 2025. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved