Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Nataru di Bali

Terminal Mengwi Gencarkan Ramcheck Bus AKAP Saat Nataru 

Kepala Terminal Tipe A Mengwi I Dewa Gede Tantara Tesa Putra menyebutkan jika proses ramcheck rutin dilaksanakan.

Tayang:
TRIBUN BALI/KOMANG AGUS ARYANTA
RAMCHECK - Petugas Terminal Mengwi melakukan pemeriksaan atau Ramcheck di armada bus saat libur Nataru, Kamis (25/12). 

TRIBUN-BALI.COM  - Terminal Tipe A Mengwi, Kabupaten Badung terus memastikan kemanan dan kenyamanan penumpang dalam menggunakan bus Antar Kota Antar Kabupaten (AKAP).

Bahkan pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru 2025/2026) seluruh bus yang beroperasi di Terminal Mengwi dilakukan pengecekan kelayakan (Ramcheck).

Melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Bali dan petugas di Teminal Mengwi setiap bus yang masuk dilakukan pengecekan secara berkala. Diharapkan semua bus yang masuk dan keluar dari Bali melalui terminal layak digunakan.

Jika dari hasil Ramcheck yang dilaksanakan ada puluhan bus yang dinyatakan tidak layak beroperasi maka akan diberhentikan dan diminta Perusahaan Otobus (PO) melengkapinya.

Kepala Terminal Tipe A Mengwi I Dewa Gede Tantara Tesa Putra menyebutkan jika proses ramcheck rutin dilaksanakan.

Baca juga: SIAP Panaskan Papan Atas! El Capitano Beber Kunci Kemenangan di Kandang PSBS Biak

Baca juga: ZONA Merah Narkoba di Buleleng, BNKK Ungkap 133 Pecandu Jalani Rehabilitasi Tahun 2025, Tren Naik!

Apalagi momen pergantian tahun pelaksanaan pemeriksaan bus terus diperketat. “Setiap bus masuk kita lakukan Ramcheck. Semua ini untuk memastikan kondisi fisik bus memenuhi syarat atau tidak,” ujarnya, Kamis (25/12).

Dalam proses ramchack yang dilaksanakan, pihaknya melakukan dengan sistem jemput bola. Para petugas penguji mendatangi satu per satu bus AKAP yang masuk ke terminal Mengwi. Petugas mengecek fisik kendaraan dan kelayakan bus. Selain itu memastikan administrasi yang dimiliki. 

“Pengecekan dilihat dari pengereman, kondisi roda, kemudi, rem, hingga lampu-lampu juga diperiksa secara teliti. Jika ditemukan bus yang tidak layak keberangkatan bus dipastikan akan dibatalkan,” tegasnya. 

Selain itu, petugas juga memeriksa kelengkapan administrasi kendaraan agar sesuai dengan peraturan untuk mewujudkan keselamatan lalulintas angkutan jalan. Diakui untuk kelengkapan administrasi diperiksa dari SIM, STNK, Pajak kendaraan dan yang lainnya. 

“Sebenarnya proses ramcheck sudah kita lalukan rutin dari bulan Januari 2025 lalu. Kita pastikan setiap bus yang masuk terminal yang akan berangkat ke luar pulau layak. Sehingga kita memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang,” ucapnya.

Lebih lanjut Dewa Tantara dari bulan Januari 2025 hingga akhir Desember sudah ada 13.648 bus yang diperiksa. Dari jumlah tersebut merupakan bus yang masuk terminal Memgwi.

“Kita tidak memeriksa bus pada momen-momen tertentu. Saat ini hampir setiap hari kita periksa untuk memastikan keselamatan penumpang,” kata dia.

Dua unit GTO tambahan yang ada di Gate Tol Benoa Jalan Tol Bali Mandara.
Dua unit GTO tambahan yang ada di Gate Tol Benoa Jalan Tol Bali Mandara. (Istimewa)

Patroli Gabungan 

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali bersama Satpol PP kabupaten/kota, TNI, Polri, serta desa adat intensifkan patroli gabungan pada perayaan Nataru 2026.

Kepala Satpol PP Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi menjelaskan, pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Di Kota Denpasar, patroli difokuskan pada sejumlah titik keramaian seperti Sanur, Lapangan Renon, Lapangan Puputan, serta kawasan jalan depan Jaya Sabha.

“Sementara itu, di wilayah Kabupaten Badung, pengawasan difokuskan pada beberapa kawasan wisata yang ramai dikunjungi. Di antaranya, Seminyak, Canggu, dan Berawa,” kata dia, Kamis (25/12). 

“Di wilayah tersebut, Satpol PP Provinsi Bali melaksanakan patroli gabungan bersama Satpol PP Kabupaten Badung serta bersinergi dengan TNI dan Polri, dan pecalang desa adat setempat,” jelasnya. 

Rai Dharmadi mengungkapkan, dengan jumlah personel Satpol PP Bali terbatas sekitar 200 orang ini, pihaknya tidak melakukan penempatan personel secara khusus di setiap titik.

Sebagai gantinya, strategi yang diterapkan adalah patroli rutin dan patroli gabungan, dengan dukungan penuh dari Satpol PP kabupaten/kota untuk melakukan back up di lapangan.

“Penjangkauan wilayah cukup luas, sehingga kami sudah berkoordinasi dengan Satpol PP kabupaten/kota untuk saling membantu dan memperkuat pengamanan,” imbuhnya.

Khusus perayaan Natal, pengamanan juga difokuskan pada gereja-gereja, yang dijaga secara bersama-sama oleh Satpol PP, TNI, Polri, serta pecalang dari desa adat guna memastikan prosesi ibadah berjalan aman dan khidmat.  

Di tempat lain, PT Jasamarga Marga Bali Tol (PT JBT) resmi mengoperasikan tambahan dua unit Gardu Tol Otomatis (GTO) khusus kendaraan Golongan I Non Bus pada Gerbang Tol (GT) Benoa.  

Pengoperasian GTO tambahan ini merupakan langkah nyata Perusahaan dalam memberikan layanan sepenuh hati kepada pengguna Jalan Tol Bali Mandara.

Proses pemasangan GTO Tambahan di GT Benoa telah dilakukan sejak awal Desember 2025 dan telah beroperasi pada 22 Desember 2025 lalu.

Direktur Utama PT JBT, I Ketut Adiputra Karang mengungkapkan, pada kondisi normal, GT Benoa melayani rata-rata 26 ribu transaksi per hari (termasuk kendaraan golongan VI/motor).

Namun, seiring meningkatnya volume kendaraan golongan I khususnya pada periode libur panjang, PT JBT mengambil langkah antisipatif dengan melakukan penambahan dua unit GTO. (gus/sar/zae)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved