Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Nyepi Di Bali

INI ALASAN Nyepi Akan Digelar Saat Tilem Kasanga, Bali Bakal Buat Kalender Sendiri, Sebulan 35 Hari!

Hal tersebut termuat dalam beberapa lontar seperti Lontar Sundarigama, Kuttara Kanda hingga Batur Kalawasan.

Tayang:
PIXABAY
ILUSTRASI - Gubernur Bali Wayan Koster memberikan sambutan pada Pasamuhan Agung Sabha Kretha Hindu Dharma Nusantara (SKHDN) Pusat tahun 2025 di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Selasa (30/12). 

Pelayanan Kesehatan Prima untuk Sulinggih

Gubernur Bali, Wayan Koster mengakui jika selama ini kebijakannya kurang berpihak kepada sulinggih. Padahal menurutnya, yang mendoakan Bali adalah sulinggih salah satunya lewat puja surya sewana. Oleh karenanya, Koster mengaku akan memberikan fasilitas kepada para sulinggih.

Hal itu diungkapkan Koster saat membuka Pasamuhan Agung Sabha Kretha Hindu Dharma Nusantara (SKHDN) Pusat tahun 2025 di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, pada Selasa (30/12). Beberapa hal yang akan difasilitasi yakni terkait kesehatan hingga pendidikan cucu sulinggih.

Dirinya pun menugaskan Dinas Pemajuan Adat (PMA), Dinas Kebudayaan, dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pembahasan. Koster pun meminta agar dibuatkan surat edaran ke seluruh rumah sakit di Bali, agar memprioritaskan pelayanan kepada sulinggih.

“Kalau ada sulinggih datang berobat, langsung ditangani, jangan sampai antre. Bali Mandara wajib hukumnya. Ada sulinggih, cepat ditangani dan diperlakukan terhormat. Diberikan layanan prima, jangan di kamar meseksek, berikan kamar khusus,” kata Koster.

Dalam bidang pendidikan, sulinggih yang memiliki cucu atau yang kurang mampu akan dibiayai pendidikannya dari SD sampai perguruan tinggi. “Kalau perguruan tinggi, masukkan ke program satu KK satu sarjana dengan biaya APBD. Supaya ada yang dirasakan keberpihakannya pada sulinggih,” imbuhnya.

Koster juga akan memberikan satu set alat nyurya sewana kepada masing-masing sulinggih. “Kadis PMA Januari geser anggarannya sebanyak sulinggih yang ada di Bali, yang ikut di sini,” paparnya.

Ketua Umum Sabha Kretha Hindu Dharma Nusantara (SKHDN) Pusat, Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun mengatakan SKHDN merupakan perkumpulan sulinggi se-Nusantara. Di Bali yang masuk dalam anggota mencapai 600 sulinggih, Lombok 20, Sulawesi 9 sulinggih, dan Lampung 30 sulinggih. (sup)

 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved