Seputar Bali
Meski Sudah Dilarang, Sampah Kembang Api Dikumpulkan DLHK Badung Capai Lebih Dari 3,5 Ton
Perayaan malam pergantian tahun pada Rabu 31 Desember 2025 masih diramaikan dengan peluncuran kembang api.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Perayaan malam pergantian tahun pada Rabu 31 Desember 2025 masih diramaikan dengan peluncuran kembang api.
Padahal Kapolri melarang adanya pesta kembang api di setiap wilayah.
Peluncuran kembang api itu pun masih banyak terjadi di wilayah Badung khususnya di wilayah pesisir pantai.
Bahkan pasca pergantian tahun sampah kembang api masih banyak ditemukan di Pantai Kuta, Legian dan Seminyak
Baca juga: Buron Selama 2 Bulan, Dua Pelaku Jambret Perhiasan di Rendang Karangasem Ditangkap
Sampah kembang api yang berhasil dikumpulkan pun mencapai 3,5 ton lebih. Pembersihan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung sampai menggunakan alat berat.
Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung, Anak Agung Gede Agung Dalem mengakui sampah bekas kembang api masih banyak ditemukan di pesisir pantai.
Pada Kamis 1 Januari 2026 DLHK bersama komunitas dan TNI melakukan pembersihan sampah itu yang dilakukan mulai pukul 06.00 Wita.
"Masih banyak kita temukan sampah bekas kembang api. Jadi di wilayah pesisir masih banyak yang meluncurkan kembang api secara mandiri," ujarnya.
Diakui pembersihan sampah bekas kembang api ini dilakukan di Pantai Seminyak, Legian, dan Kuta yang memiliki jumlah sampah yang hampir sama.
Dalam pembersihan pun pihaknya sampai menggunakan alat berat.
Baca juga: Sepekan Jelang Tahun Baru 2026, 320.246 Orang Masuk Bali Melalui Bandara Ngurah Rai
"Sampah bekas kembang api di kumpulkan di Pantai Kuta 1 ton, Pantai Legian 1,5 ton, dan Pantai Seminyak 1 ton. Sehingga jumlah sampah kembang api mencapai 3,5 ton lebih," ucap Agung Dalem.
Birokarat asal Kuta itu menyebutkan dalam pembersihan sampah ini melibatkan 125 orang di lapangan. Sampah ini pun dibersihkan secara manual dibantu sejumlah alat berat untuk mempercepat.
"Kami juga mengerahkan 7 unit loader, dua beach cleaner, dua crowler carrier, tiga unit ekskavator, dan 10 truk sampah," bebernya.
Disinggung terkait pembersihan di pantai lainnya, Agung Dalem mengaku, tidak banyak sampah di tempat lainnya. Sebab pantai lain diperkirakan tidak terlalu diminati untuk perayaan malam tahun baru.
"Pantai lain ternyata tak banyak diminati untuk acara kembang api. Jadi sampahnya tidak banyak," katanya.
Baca juga: Pria Asal Buleleng Dikeroyok, Berawal Nyalakan Kembang Api di Pantai Lovina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/DLHK-Badung-saat-melakukan-pembersihan-sampah-bekas-kembang-api.jpg)