Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Super Flu di Bali

Dua Kasus Super Flu Terdeteksi di Bali, Lima Sampel Negatif, Penanganan Sama Seperti Pasien Covid

kedua pasien Super Flu tersebut bergejala influenza, sehingga dilakukan pengambilan spesimen untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Kepala Bidang P2P Dinkes Provinsi Bali, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti. Dua Kasus Super Flu Terdeteksi di Bali, Lima Sampel Negatif, Penanganan Sama Seperti Pasien Covid 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Dua kasus Super Flu terdeteksi di Bali, usai dicurigai terjangkit Super Flu ketika dirawat di Santinel atau rumah sakit yang ditunjuk untuk penanganan surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI).

Kepala Bidang P2P Dinkes Provinsi Bali, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, memaparkan influenza merupakan bagian dari kinerja Dinas Kesehatan yang juga turut menjadi surveillance khusus. 

Kasus-kasus influenza yang masuk ke rumah sakit dengan gejala demam, rata-rata pada influenza apapun jenisnya meliputi demam, batuk, pilek dan nyeri tenggorokan. 

“Apabila dirawat di rumah sakit Sentinel, kami yang mengalami gejala seperti itu memang biasanya dilakukan pengambilan spesimen dan spesimen itu kita kirim ke Laboratorium Rujukan Nasional. Kendalanya adalah memang hasilnya itu memang cukup lama karena mengingatkan seluruh Indonesia ya seluruh Indonesia,” katanya ketika ditemui, Selasa 13 Januari 2026. 

Baca juga: APA Itu Super Flu? Dinkes Badung Minta Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat Walau Belum Ada Kasus!

Lebih lanjutnya, ia mengatakan, terkait dengan hasil ditemukan dua kasus Super Flu di Bali, memang Dinkes Bali baru terima hasil laboratoriumnya. 

“Hasilnya bahwa memang dikatakan positif dua. Dan itu pun kita sudah telusuri bahwa pasiennya itu dirawat di bulan Oktober. Kita sudah lakukan penelitian epidemiologi, sudah kita telepon bahwa pasiennya sudah sembuh dan sudah kembali beraktivitas seperti biasa dan kita juga sudah telusuri di sekitarnya itu tidak ada yang mengeluh keluhan yang sama influenza seperti itu,” paparnya. 

dr. Raka menekankan, bahwa kedua pasien Super Flu tersebut bergejala influenza, sehingga dilakukan pengambilan spesimen untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Kedua pasien tersebut dirawat di rumah sakit salah satu RSUD yang merupakan Sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Sentinel sendiri berada di salah satu Puskesmas Kota Denpasar. 

Kedua pasien tersebut juga tercatat tidak melakukan aktivitas bepergian ke luar negeri.

Untuk penanganan Super Flu dilakukan sama seperti merawat pasien Covid-19. Juga sama seperti pasien influenza lainnya yang diberikan terapi, kemudian ditempatkan pada ruangan yang memiliki isolasi ruangan khusus.

Lalu dilakukan pengambilan sampel dan hasilnya baru keluar. 

Selanjutnya, dilakukan kewaspadaan pada setiap pasien yang dikirim sampel dengan Ilisari akan dilakukan langkah-langkah deteksi Super Flu. 

“Jadi bisa dikatakan ya kita juga tidak tergantung dengan hasil laboratorium. Tapi langkah-langkah bagaimana agar influenza ini tidak menjadi kejadian luar biasa gitu. Karena kami di surveillance prinsipnya adalah bagaimana misalnya satu gedung hotel, satu terbakar itu sudah bisa langsung kami padamkan, tidak menyebar ke ruangan lainnya,” terangnya. 

Super Flu merupakan influenza tipe A yang memang sudah ada. Jadi statusnya bukan kejadian luar biasa sebab tak seperti Covid yang jenis virusnya baru. 

Selain dua orang tersebut, pemeriksaan juga dilakukan pada pasien lain yang berjumlah lima orang pada November 2025 lalu dan hasilnya negatif dari Super Flu. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved