Berita Bali
Wacana Bus Listrik Untuk Mobilitas Singaraja Denpasar, Dishub Bali Nilai Perlu Kajian
Wacana Bus Listrik Untuk Mobilitas Singaraja Denpasar, Dishub Bali Nilai Perlu Kajian
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Setelah pembangunan jalan pintas (shortcut) Singaraja - Mengwitani titik 9 dan 10 usai, Gubernur Bali, Wayan Koster sebut akan menyiapkan transportasi darat berupa bus listrik untuk melayani masyarakat dari Singaraja menuju Denpasar dan sebaliknya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Kadek Mudarta mengatakan gagasan tentang layanan bus listrik Denpasar-Buleleng perlu didukung dan ditindaklanjuti dengan kajian, untuk melihat aspek teknis, ekonomi, kelembagaan, sosial.
Baca juga: RSUD Wangaya Bali dan Puskesmas Densel 1 Jadi Tempat Deteksi Super Flu
“Yang saat ini sedang berproses adalah Bus listrik hibah dari GGGI sebanyak 10 unit. Sesuai kajian yg dilakukan konsultan yang ditunjuk GGGI, bus tersebut akan dioperasikan melayani rute GOR-Politeknik Negeri Bali,” katanya pada, Kamis 13 Januari 2026.
Lebih lanjutnya ia mengatakan kajian mencakup antara lain aspek teknis (rute, spesifikasi bus, infrastruktur pendukung) ekonomi (demand, benefit, biaya, model bisnis,dll), kelembagaan (siapa yang akan mengelola dan strukturnya), sosial (pemenuhan aspek gender dan inklusi sosial serta penerimaan masyarakat).
Baca juga: Babak Baru Kasus Penetapan Tersangka Kakanwil BPN Bali, Tim Advokat Layangkan Gugatan Praperadilan
“Sesuai kajian konsultan GGGI, 10 unit bus hibah GGGI untuk rute GOR-PNB. Proses hibah bus GGGI melalui Kemenhub dan dari Kemenhub baru ke Pemprov. Sementara baru segitu infonya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pembangunan jalan pintas (shortcut) Singaraja - Mengwitani titik 9 dan 10 telah dimulai, Rabu 7 Januari 2026.
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama (ground breaking) di Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Kacamatan Sukasada dipimpin langsung Gubernur Bali, Wayan Koster.
Dalam sambutannya, Koster mengatakan begitu dilantik sebagai Gubernur Bali periode kedua pada 20 Februari 2025, dalam hitungan minggu ia segera menghadap Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo.
Ia meminta agar pembangunan jalan shortcut bisa dilanjutkan.
Koster pun menyiapkan transportasi darat berupa bus listrik untuk melayani masyarakat dari Singaraja menuju Denpasar dan sebaliknya. Dengan demikian, masyarakat Singaraja yang bekerja di Denpasar tidak perlu ngekos. Koster mengatakan hal ini setelah pembangunan shortcut titik 11-12 selesai dibangun.
| Menanti Putusan, Eksekusi Lift Kaca di Pantai Kelingking Beach Berstatus Status Quo |
|
|---|
| Ganti Rugi Shortcut Pegayaman Tuntas, Gubernur Bali Koster Siapkan Hibah Rp2,5 Miliar |
|
|---|
| Mulai 19 Juni 2026 AirAsia Hentikan Penerbangan Australia-Bali |
|
|---|
| Meski Muncul Penolakan Warga, Giri Prasta Tegaskan Pembangunan PSEL di Kawasan Pelindo Tetap Jalan |
|
|---|
| Wagub Bali Ungkap Alasan Proyek Bypass Difokuskan di Jimbaran, Bukan Canggu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Unit-shuttle-bus-listrik-menjalani-uji-coba-untuk-mengantarkan-wisatawa-a.jpg)