Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Eks Kader PDIP hingga Golkar Isi Kepengurusan PSI di Bali, Ada Mantan Wakil Bupati

I Made Edi Wirawan, yang juga mantan Wakil Bupati Tabanan ini yang dipercaya memimpin PSI Tabanan.

Tayang:
Tribun Bali/ISTIMEWA/IG PSI.ID
KAMPANYE - Wayan Suyasa saat kampanye pada Pilkada Badung 2024 lalu yang dihadiri Ketum PSI Kaesang Pangarep di Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Susunan kepengurusan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) baru di Bali telah terbentuk dan akan segera dilantik pada 24 Januari 2026 ini.

Kini DPW PSI Bali berada di bawah komando I Wayan Suyasa, mantan Ketua DPD II Golkar Badung.

Selain Suyasa, beberapa tokoh eks PDIP dan juga Golkar turut meramaikan kepengurusan di Bali.

Ada Komang Suarsana yang sebelumnya merupakan kader Golkar dan sempat menjadi Plt Ketua DPD II Golkar Bangli menggantikan I Gusti Made Winuntara yang meninggal dunia.

Baca juga: WAYAN Suyasa Resmi Berlabuh ke PSI, Jadi Ketua DPW Bali, Targetkan 4 Besar di Bali

Di PSI, Komang Suarsana dipercaya menjadi bendahara DPW PSI Bali.

Kemudian ada juga I Ketut Badra yang dipercaya sebagai Ketua PSI Karangasem yang merupakan eks kader Golkar.

Badra pernah dua periode duduk di kursi DPRD Karangasem sejak 2014 - 2029 dan sempat menjadi Ketua Fraksi Golkar DPRD Karangasem.

Di Klungkung, Bendahara PSI, I Wayan Mardana juga merupakan eks politisi Golkar.

Selain itu, ada juga eks tokoh PDIP yang bergabung dengan PSI.

Ada nama I Made Edi Wirawan, yang juga mantan Wakil Bupati Tabanan ini yang dipercaya memimpin PSI Tabanan.

Lalu Ketua PSI Badung, I Putu Alit Yandinata juga merupakan mantan kader PDIP dan sempat mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati Badung pada Pilkada 2024.

Di Klungkung, kader senior PDIP, Anak Agung Gde Bagus yang pernah jadi Ketua DPC PDIP Klungkung dan Ketua DPRD Klungkung 2004 - 2009 juga loncat ke PSI.

Terkait bergabungnya tokoh PDIP hingga Golkar di PSI, Ketua DPW PSI Bali, I Wayan Suyasa menyebut jika PSI merupakan partai terbuka.

"Dari dulu identik dengan partainya anak muda, Gen Z. Kita kolaborasikan dengan tokoh-tokoh karena Bali itu kan beda. Ketokohan dan figur identik, kita kolaborasi dengan adanya kader dari partai-partai yang lain," paparnya.

Ia pun menyebut jika PSI membuka peluang bagi tokoh dan figur muda untuk bergabung dengan PSI.

Sementara itu, dengan keterlibatan Joko Widodo di dewan pembina, ia pun optimis di tahun 2029 PSI akan masuk parlemen.

"Di Bali figur Pak Jokowi juga masih diterima dan tokoh-tokoh di kabupaten kota juga bagus. Saya kira akan mampu bersaing secara sehat di perpolitikan di Bali. Target kami empat besar," paparnya. (*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved