Berita Bali
MURNI Akses untuk Melasti? Pembangunan Jalan di Pesisir Sidakarya Tak Terkait Terminal LNG
Infrastruktur sepanjang 800 meter tersebut merupakan Jalan Inspeksi dan akses Melasti yang telah lama dinanti warga Desa Adat Sidakarya.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM – Aktivitas alat berat di kawasan pesisir Sidakarya, Denpasar Selatan menuai sorotan. Otoritas terkait dan tokoh adat setempat menepis kabar yang mengaitkan pembangunan tersebut dengan megaproyek Terminal Liquefied Natural Gas (LNG) maupun investasi asing.
Infrastruktur sepanjang 800 meter tersebut merupakan Jalan Inspeksi dan akses Melasti yang telah lama dinanti warga Desa Adat Sidakarya.
Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai, I Putu Agus Juliartawan, mengklarifikasi spekulasi yang berkembang di masyarakat. Ia menegaskan tidak ada kaitan antara pembangunan jalan tersebut dengan kepentingan komersial energi.
Baca juga: BEDOL DESA! Eks Kader PDIP Hingga Golkar Ramai-ramai Jadi Petinggi PSI di Bali, Simak Alasannya!
Baca juga: TRUK Hantam Espass Parkir hingga Ringsek di Munduk Usai Alami Rem Blong
“Itu tidak benar, peruntukannya sangat berbeda. Tidak ada kaitannya (dengan LNG). Baik dari segi lokasi maupun peruntukan awal, ini murni fasilitas religi dan normalisasi Sungai,” ujar Agus kepada Tribun Bali, pada Selasa (20/1).
Hal senada dikatakan Bendesa Adat Sidakarya, Ketut Suka. Ia juga menepis adanya isu yang menyebut proyek ini ditunggangi investor dari perusahaan Rusia.
“Seluruh pembangunan ini adalah murni aspirasi untuk kepentingan masyarakat adat, bukan pihak asing atau kepentingan lain,” ujar Suka.
Untuk diketahui bahwa selama ini, warga Sidakarya harus melalui Pantai Mertasari untuk upacara Melasti. Dengan jalan baru ini, warga kini memiliki akses langsung ke pantai wilayah yang diperuntukan untuk ritual upacara.
Selain itu, proyek ini mencakup normalisasi Sungai Tukad Ngenjung untuk mengantisipasi banjir.
Proyek normalisasi ini mengantongi izin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2023 dan didanai oleh APBD Pemerintah Kota Denpasar 2025, bukan modal swasta atau asing.
Saat ini, pembangunan fisik jalan dengan lebar 6 meter tersebut telah rampung 100 persen. Warga kini tengah bersiap melakukan upacara Pemelaspasan (penyucian bangunan) yang dijadwalkan pada Februari mendatang.
“Target kami Februari sudah diplaspas. Jadi krama Desa Adat Sidakarya dapat melaksanakan ritual Melasti jelang Nyepi bulan Maret nanti di wilayah sendiri,” pungkas Suka. (ian)
| Tanamkan Integritas Atlet, Savate Denpasar dan Taekwondo Bali Rajut Harmonisasi di Panti Asuhan |
|
|---|
| Wamen UMKM Fasilitasi Tuksedo Studio Bali Untuk Dapat Produksi Mobil Massal |
|
|---|
| RSUP Prof Ngoerah Bali Buat Kegiatan ‘Mepunia’ Pas Purnama, Sasar Keluarga Pasien Kurang Mampu |
|
|---|
| Peringati Seabad Pengarang Made Sanggra, Sang Anak Luncurkan Geguritan Katemu ring Tampaksiring Bali |
|
|---|
| Puncak May Day di Bali Berlangsung Damai, Ratusan Buruh Jalan Santai, 1.880 Polisi Jaga Pintu Dialog |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Bukan-Terminal-LNG-Pembangunan-Jalan-Di-Pesisir-Sidakarya-Bali-Murni-Untuk-Akses-Melasti.jpg)