Seputar Bali
Oknum Guru Lecehkan Staf TU SMK di Buleleng, Potensi Pikiran Seksis? Disdikpora Ancam Pecat
Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum guru di sebuah sekolah SMK di Buleleng terus menjadi perhatian.
“Pengakuan korban dicium satu kali di pipi. Dari hasil pengamatan kami, korban terlihat shock. Korban mengaku tidak menyangka tiba-tiba dicium,” jelasnya.
Kasus ini sempat viral di media sosial. Oknum guru ASN diduga melakukan pelecehan seksual kepada seorang staf TU diduga terjadi di SMK Bali Mandara, Kabupaten Buleleng.
Baca juga: BCA Singapore Airlines Travel Fair 2026 Bali Kembali Digelar, Dapatkan Beragam Promo Menarik!
Disdikpora Ancam Pemecatan Oknum Guru
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bali, Ida Bagus Wesnawa Punia ketika dikonfirmasi mengatakan sebetulnya pihaknya sudah melakukan pemanggilan kepada yang terduga pelaku pelecehan dan yang menjadi korban pelecehan.
“Kita coba lihat dulu, mencermati real kondisi yang terjadi pada saat itu. Cuma hari ini (kemarin) dilakukan mediasi di sana (Buleleng),”
“Kemudian nanti seperti apa yang akan langkah-langkah strategisnya Pemprov Bali setelah kita mungkin bertemu dengan terduga pelaku dan terduga korban, otomatis kita akan merujuk kepada aturan birokrasi ini,” jelasnya, Selasa (27/1).
Sebetulnya kasus ini seharusnya ditindak terlebih dulu oleh Disdikpora Bali, namun menurutnya Satuan Pendidikan di Buleleng belum memahami aturan atau regulasi yang berlaku. Sebab mediasinya tak dilakukan pertama kali di Disdikpora.
“Kami juga akan melibatkan teman-teman inspektorat Provinsi Bali dan terakhir di Badan Kepegawaian Daerah (BKD),”
“Jadi kan mekanismenya kalau sampai hal sensitif, bisa sampai pemecatan dan segala macam kan di ranah teman-teman itu,” sambungnya.
Perlu Pembenahan Tata Kelola
Ida Bagus Wesnawa Punia mengatakan perlunya pembenahan tata kelola sistem pendidikan di Bali pada umumnya.
Kejadian pelecehan pada anak sekolah di Bali membuat dunia pendidikan di Bali tercoreng.
“Nah kalau kami, Dinas Pendidikan Provinsi Bali sudah khan sesuai dengan aturan regulasi, kemudian sudah menyiapkan bagaimana sekolah aman. Jadi ekosistem pendidikannya kita kawal,” ungkapnya, Selasa (27/1).
Lebih lanjut ia mengatakan pada dua pekan lalu ia telah mengundang kepala sekolah se-Bali, untuk lebih mensosialisasikan fungsi koordinasi sekolah SMA, SMA, SMK, SLB juga Provinsi Bali.
Melalui koordinasi tersebut ia mengaku telah menyamakan langkah dan pretensi untuk pemikiran bagaimana sebenarnya melakukan kata kelola di bidang pendidikan yang baik dan benar.