Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sampah di Bali

MAMPU Atasi 1.040 Ton Sampah Per Hari, PSEL Denpasar Ditargetkan Beroperasi Januari 2027

Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menetapkan target ambisius untuk penyelesaian masalah sampah kota.

Tayang:
ISTIMEWA
TPA Sente – Alat berat tampak melakukan pengerukan di TPA Sente di Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menetapkan target ambisius untuk penyelesaian masalah sampah kota.

Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang digadang-gadang sebagai solusi pamungkas, ditargetkan beroperasi penuh pada awal Januari 2027.

Langkah ini diambil mengingat volume sampah di ibu kota Provinsi Bali tersebut terus meningkat, mencapai 1.040 ton per hari. Sementara kapasitas pengolahan yang tersedia saat ini baru mampu menangani sekitar 800 ton per hari.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, menegaskan bahwa PSEL adalah proyek strategis yang akan menentukan masa depan pengelolaan sampah di wilayahnya. Ia memaparkan timeline pengerjaan proyek tersebut, di mana penetapan pemenang tender harus sudah selesai pada pertengahan tahun ini.

“Terus terang kami sampaikan, saat ini Denpasar memang belum memiliki solusi akhir untuk sampah. Karena itu, PSEL menjadi harapan terbesar kami. Targetnya, penetapan pemenang tender selesai Juni 2026,” ujar Jaya Negara, Minggu (1/2).

Baca juga: PERUSAHAAN Roti Buang Sampah di Gianyar, Desa Sanur Kauh Wajibkan Warga Pilah Sampah Jadi 3 Jenis! 

Baca juga: KENTUNG Divonis 10 Tahun Penjara Akibat Jadi Kurir Narkoba, Sidang Putusan di PN Singaraja

Persoalan sampah diakui Jaya Negara sebagai pekerjaan rumah terbesar Pemkot Denpasar saat ini selain kemacetan. Kondisi semakin pelik pada hari-hari tertentu, khususnya menjelang hari raya keagamaan, di mana volume sampah kerap melonjak melampaui kapasitas fasilitas yang ada.

Saat ini, Pemkot Denpasar mengandalkan tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dengan dukungan tambahan mesin berkapasitas 500 ton. Namun, secara akumulatif, total kemampuan olah sampah baru menyentuh angka 800 ton per hari, menyisakan residu ratusan ton yang belum tertangani dengan optimal.

Sembari menunggu PSEL beroperasi dua tahun lagi, Pemkot Denpasar telah menyiapkan skema transisi untuk mencegah penumpukan sampah. Skema tersebut berupa pengadaan mesin gasifikasi berkapasitas 300 ton per hari. Juga mesin EBT & Hybrid dengan penempatan mesin energi baru terbarukan di tiga lokasi dan mesin hybrid di 10 titik strategis.

Selain itu, juga penanganan dari hulu dengan distribusi hampir 170.000 tabung komposter kepada masyarakat untuk menekan sampah organik rumah tangga. “Semua ini adalah langkah sementara untuk menjaga kondisi. Solusi akhirnya tetap PSEL. Kalau PSEL sudah berjalan, baru persoalan sampah bisa ditangani secara menyeluruh,” tegas Jaya Negara.

Keseriusan proyek ini juga terlihat dari peninjauan langsung yang telah dilakukan oleh tim dari Danantara serta Kementerian Koordinator Bidang Pangan ke lokasi PSEL.  Pemkot Denpasar kini fokus mengawal seluruh tahapan agar berjalan tanpa kendala demi merealisasikan target operasi di awal 2027. 

Sementara itu, Pemerintah Inggris akan membantu Bali untuk atasi persoalan sampah. Hal tersebut terungkap usai Audiensi Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia, HE Matthew Downing dengan Gubernur Bali, Wayan Koster di Ruang Tamu Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Jumat (30/1). 

Wakil Dubes Matthew Downing mengungkapkan, selain transportasi Pemerintah Inggris juga menawarkan dukungan di bidang pengelolaan sampah (waste management). Inggris memiliki pengalaman panjang dalam sistem daur ulang, pengolahan sampah, serta perubahan perilaku masyarakat dalam membuang sampah.

“Kami siap membantu melalui konsultan pengelolaan sampah, daur ulang, dan edukasi perubahan perilaku masyarakat,” ujar Matthew Downing.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster mengakui bahwa tantangan utama Bali saat ini adalah kemacetan, pengelolaan sampah, dan perilaku wisatawan nakal. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tengah mempercepat pembangunan infrastruktur penghubung antar wilayah mulai tahun ini. 

Untuk persoalan sampah, Pemprov Bali sedang menyelesaikan penanganan dari hulu hingga hilir, yang bermuara pada pembangunan fasilitas waste to energy berkapasitas lebih dari 1.000 ton sampah per hari. “Target saya, dalam dua tahun ke depan persoalan sampah bisa kita selesaikan, dan pada 2030 akan terlihat perubahan signifikan dalam penanganan kemacetan dan infrastruktur,” jelasnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved