Berita Bali
Bali Siap Curi Start dari Thailand Gaungkan Pengobatan Tradisional dan Komplementer ke Ranah Global
Pada ajang ITB Berlin tahun lalu, pihak Thailand bahkan sempat mengakui keunggulan Bali dalam kecepatan eksekusi konsep wellness expo ini.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Pihaknya kini tengah gencar melakukan koordinasi dengan kementerian terkait, BPOM, dan pemerintah daerah.
"Tahun ini keterlibatan pemerintah harus lebih konkret. Wellness Expo adalah kolaborasi untuk memajukan destinasi sekaligus industri lokal," kata Ketut Jaman.
"Kami optimis dalam beberapa tahun ke depan, BWB bakal menjadi perhelatan internasional yang mapan, seperti halnya BBTF (Bali & Beyond Travel Fair)," imbuhnya.
Untuk tahun ini, penyelenggara menargetkan peningkatan signifikan menjadi 150 booth dengan 5.000 pengunjung meningkat 2.000 dari tahun lalu.
Selain aspek bisnis, BWB Expo berkomitmen penuh pada konsep keberlanjutan (sustainability).
Hal ini diwujudkan dengan Zero Single-Use Plastic pengurangan plastik sekali pakai selama acara.
Kemudian Digitalisasi dengan penggunaan LED secara masif untuk menggantikan materi promosi cetak seperti umbul-umbul.
Serta pemberdayaan lokal dengan melibatkan desainer, musisi, dan UMKM Bali dalam ekosistem expo.
Dengan data kunjungan domestik yang mencapai 91,03 persen, tantangan berikutnya adalah meningkatkan penetrasi pasar asing yang saat ini masih di angka 8,97 persen.
Melalui persiapan yang lebih panjang dan dukungan regulasi yang kuat, Bali bersiap menjadi destinasi wellness utama dunia. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Bali-Siap-Curi-Start-dari-Thailand-Gaungkan-Pengobatan-Tradisional-dan-Komplementer-ke-Ranah-Global.jpg)