Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Teror di Kantor BPJS Kesehatan

AKSI TEROR di Kantor BPJS, Lempar Batu & Pasang 2 Spanduk Provokatif, Polda Bali Turun Tangan!

Tidak hanya melakukan perusakan, massa juga membentangkan spanduk bernada provokatif yang menyasar pucuk pimpinan Kota Denpasar.

Tayang:
ISTIMEWA/POLDA BALI
IDENTIFIKASI – Petugas kepolisian mengidentifikasi menindaklanjuti kasus teror di Kantor BPJS Kesehatan Denpasar, Sabtu (21/2) malam. 

TRIBUN-BALI.COM – Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Denpasar, di Jalan DI Panjaitan, Kota Denpasar menjadi sasaran teror segerombolan orang tak dikenal (OTK), Sabtu (21/2) malam. 

Tidak hanya melakukan perusakan, massa juga membentangkan spanduk bernada provokatif yang menyasar pucuk pimpinan Kota Denpasar. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.30 WITA ini diduga melibatkan kurang lebih 20 orang. 

Berdasarkan rekaman CCTV, para pelaku tampak terorganisir dengan menggunakan masker dan helm. Gerombolan ini bergerak cepat. Begitu tiba di lokasi, mereka langsung memasang spanduk di pintu gerbang sebelah utara dan selatan. 

Spanduk berbahan kain putih polos tersebut bertuliskan “Wali Kota Pembohong” yang ditulis dengan cat semprot (pilok). Sebelum meninggalkan lokasi, massa melempari area kantor dengan batu. Aksi ini berlangsung sekitar 15 menit.

Baca juga: LAYON Mantan Bupati Gianyar Bakal Diiringi Padmasari saat Palebon, Simak Penjelasannya 

Baca juga: BLACK OUT Beberapa Wilayah Bali, PLN Jelaskan Mengapa Listrik Padam, Sudah Mulai Normal & Stabil 

Spanduk yang dibentangkan di Kantor BPJS Kesehatan Denpasar, pada Sabtu 21 Februari 2026 malam. Polisi Selidiki Penyerangan Kantor BPJS Denpasar Bali: Pelaku Berkelompok Gunakan Masker
Spanduk yang dibentangkan di Kantor BPJS Kesehatan Denpasar, pada Sabtu 21 Februari 2026 malam. Polisi Selidiki Penyerangan Kantor BPJS Denpasar Bali: Pelaku Berkelompok Gunakan Masker (Istimewa/Polda Bali)

Kapolsek Denpasar Timur, Kompol I Ketut Tomiyasa, membenarkan adanya insiden teror tersebut. Berdasarkan laporan awal, massa yang datang berjumlah puluhan orang.

“Informasinya ada kelompok orang kurang lebih 20 orang datang ke kantor BPJS, memasang spanduk dan melempar batu,” ujar Kompol Tomiyasa kepada Tribun Bali, Minggu (22/2). 

Terkait kerusakan, Kompol Tomiyasa menjelaskan, lemparan batu tersebut tidak sampai menghancurkan bagian bangunan utama. “Kerusakan hanya pada logo dari akrilik pecah. Untuk korban luka dalam peristiwa ini dipastikan tidak ada,” tuturnya.

Security BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, I Made Sudiarta menyatakan, massa sempat berpindah dari pintu utara ke pintu selatan sebelum akhirnya melakukan pelemparan batu dan membentangkan spanduk. 

Kepala Bagian SDM, Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Kota Denpasar, Rendy Gilbery Rantung, menggambarkan betapa cepatnya peristiwa tersebut terjadi. Menurutnya, para pelaku telah merencanakan aksi ini untuk menghindari identifikasi.

“Kami kurang tahu dari mananya karena mereka datang masang spanduk, melempar batu seperti itu, langsung pulang, langsung bubar,” ungkap Rendy kepada Tribun Bali, pada Minggu (22/2).

Rendy menambahkan identitas para pelaku sulit dikenali karena penggunaan perlengkapan yang sangat tertutup. “Aksi itu berlangsung cepat dan dilakukan secara serampangan. Para pelaku mengenakan helm dan masker penutup wajah sehingga tidak dapat diidentifikasi,” kata dia.

Meski serangan tersebut sempat memicu kekhawatiran, Rendy memastikan tidak ada kerusakan struktural yang fatal pada gedung kantor.  Titik utama kerusakan justru menyasar pada simbol institusi di bagian depan. “Kerusakan kaca tidak ada,” kata Rendy.

Hingga saat ini, pihak BPJS Kesehatan mengaku masih meraba-raba alasan di balik aksi teror tersebut.  Saat ditanya mengenai motif atau pesan yang ingin disampaikan para pelaku, Rendy belum bisa memberikan jawaban pasti. “Belum tahu pasti. Belum tahu pasti tujuannya seperti apa,” ucapnya.

Pihak BPJS Kesehatan Cabang Denpasar resmi menempuh jalur hukum terkait aksi penyerangan dan perusakan yang menyasar kantor tersebut.  Laporan resmi tersebut kini telah diterima dan didalami jajaran Polda Bali.

Rendy mengonfirmasikan, pihaknya tidak tinggal diam atas insiden anarkis yang dilakukan oleh sekelompok OTK tersebut. “Bahwa benar memang terjadi kejadian tersebut dan sudah dilaporkan ke pihak kepolisian dan sedang ditindaklanjuti,” ujar Rendy. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved