Teror di Kantor BPJS Kesehatan
POLDA Bali Buru Para Pelaku Teror di Kantor BPJS Kesehatan Denpasar, Kepala Cabang Sesalkan Hal Ini
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim identifikasi dan penyidik langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Bali tengah melakukan perburuan intensif terhadap pelaku aksi teror dan pengerusakan yang menyasar Kantor BPJS Kesehatan Denpasar.
Pihak kepolisian kini mengamankan sejumlah barang bukti krusial. Di antaranya rekaman CCTV yang disimpan dalam flashdisk (USB) untuk mengidentifikasi para pelaku.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menyampaikan laporan resmi terkait insiden tersebut telah diterima oleh pihak kepolisian pada Sabtu (21/2).
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim identifikasi dan penyidik langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Kita sudah tangani. Laporannya masuk kemarin tanggal 21 hari Sabtu. Dari kejadian itu, kita langsung turun ke TKP dan memeriksa beberapa saksi,” kata Kombes Pol Sandy kepada Tribun Bali, Senin (23/2).
Baca juga: TPA Suwung Tutup, Gubernur Koster Panggil Wali Kota dan Bupati Badung Lagi, Denpasar Anggarkan Rp34M
Baca juga: Cuaca Ekstrem Pengaruhi Interkoneksi Jawa-Bali, PLN Ungkap Penyebab Listrik Padam di Gianyar
“Saat ini kasusnya sedang dalam proses lidik oleh Ditkrimum (Direktorat Reserse Kriminal Umum) Polda Bali untuk mencari pelaku dan memastikan kebenaran tindak pidana yang terjadi,” sambungnya.
Dalam proses olah TKP, petugas menemukan berbagai barang bukti yang diduga kuat digunakan pelaku. Salah satu kunci penyelidikan adalah jejak digital yang terekam kamera pengawas di sekitar lokasi.
“Barang bukti yang diamankan ada kaca pecah dan satu buah digital flashdisk USB berisi rekaman CCTV. Kami juga menyita kertas hasil cetak cuplikan layar (screen capture), foto kopi surat berharga, serta beberapa spanduk yang ditemukan di TKP,” jelasnya.
Selain bukti dokumen dan digital, polisi juga mengamankan alat yang diduga digunakan pelaku untuk merusak fasilitas kantor. “Ada beberapa buah batu kali yang kami temukan, yang diduga kuat digunakan sebagai bahan untuk melakukan pelemparan ke arah kantor,” bebernya.
Hingga saat ini, penyidik dari Ditreskrimum Polda Bali bekerja ekstra merangkai kronologi dan motif di balik aksi pengerusakan ini.
Pemeriksaan saksi-saksi juga dilakukan. Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen mengungkap kasus ini secara tuntas dan menangkap oknum yang bertanggung jawab atas gangguan keamanan di fasilitas publik tersebut.
“Masih kita dalami dari alat bukti dan barang bukti yang diamankan, serta hasil pemeriksaan saksi-saksi di lapangan. Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mendalami kasus ini dan segera mengungkap pelaku-pelaku pengerusakan tersebut,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, Dr Nyoman Wiwiek Yuliadewi menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK) menyasar Kantor BPJS Kesehatan Cabang Denpasar.
Pihaknya mengajak masyarakat untuk bersama menjaga kondusivitas fasilitas pelayanan publik. “Ada penyerangan di kantor BPJS Kesehatan. Orang yang tidak dikenal tersebut memasang spanduk dan juga melempari kantor,” ujar Nyoman Wiwiek, Senin (23/2).
Akibat lemparan tersebut, fasilitas letter sign (papan nama) BPJS Kesehatan mengalami kerusakan. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh petugas keamanan (security) yang sedang berjaga di lokasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Puluhan-OTK-Serang-Kantor-BPJS-Denpasar-Bali-Spanduk-Wali-Kota-Pembohong-Dibentangkan.jpg)