Perang Timur Tengah
Sebanyak 2.490 PMI Bali Bekerja di Timur Tengah, Disnaker Laporkan di Iran Nihil
Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali mengatakan hingga saat ini belum ditemukan adanya PMI yang bekerja di Iran
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali mengatakan hingga saat ini belum ditemukan adanya Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang bekerja di Iran.
Hal tersebut disampaikan menyusul meningkatnya dinamika kondisi global di kawasan Timur Tengah.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, menjelaskan bahwa, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan BP3MI Bali serta dinas ketenagakerjaan di kabupaten/kota untuk menginventarisasi jumlah PMI asal Bali yang bekerja di negara-negara Timur Tengah.
Baca juga: Perang Timur Tengah, Made Meli Sembunyi di Kamar Mandi, Lindungi Anak di Tengah Hujan Rudal
“Kami sudah berkoordinasi dengan BP3MI Bali dan dinas ketenagakerjaan kabupaten/kota untuk menginventarisir berapa jumlah PMI asal Bali yang bekerja di negara-negara yang terdampak kondisi global, khususnya di Timur Tengah dan lebih spesifik di Iran."
"Sampai saat ini belum ada laporan PMI asal Bali yang bekerja di Iran,” jelasnya pada, Selasa 3 Maret 2026.
Lebih lanjut ia mengatakan, proses pendataan masih terus berjalan sehingga jumlah pasti PMI asal Bali di kawasan Timur Tengah masih dalam tahap verifikasi.
Baca juga: PERANG Timur Tengah Pengaruhi Pariwisata Bali, KBRI di Doha Qatar Sebut 45 WNI asal Bali Masih Aman!
Pemerintah daerah juga menunggu data resmi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk memastikan validitas informasi.
Berdasarkan data yang dihimpun dari BP3MI dan situs resmi KP2MI, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 2.490 PMI asal Bali bekerja di kawasan Timur Tengah.
Sementara pada 2026 (hingga Februari) tercatat 187 orang.
Dari 11 negara tujuan di kawasan Timur Tengah pada 2025, di antaranya Turki, Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, Oman, Qatar, Bahrain, Lebanon, dan Mesir, tidak terdapat penempatan PMI asal Bali ke Iran pada tahun tersebut. Pada 2024, tercatat hanya satu orang yang terdata bekerja di Iran.
Baca juga: MOHON DOA! Buntut Perang AS-Israel Vs Iran, Kondisi 12 PMI Asal Klungkung Masih Misterius
Negara tujuan terbanyak pada 2025 adalah Turki, dengan dominasi pekerjaan di sektor hospitality dan wellness therapist (spa terapis).
Pemprov Bali juga berkoordinasi dengan kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Jembrana yang dikenal sebagai salah satu daerah asal PMI terbesar di Bali.
Selain itu, komunikasi terus dilakukan dengan perwakilan RI di luar negeri untuk memastikan kondisi WNI, baik yang berstatus PMI maupun yang telah berkeluarga dengan warga negara asing.
“Kami siaga dan terus meng-update informasi. Negara pasti hadir untuk memberikan perlindungan dan rasa aman bagi warga negara Indonesia, termasuk krama Bali yang berada di luar negeri,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Bali menegaskan, apabila terdapat perkembangan terbaru atau laporan PMI terdampak, langkah-langkah penanganan dan perlindungan akan segera dilakukan sebagaimana pengalaman pada peristiwa-peristiwa sebelumnya.
Hingga kini, belum ada pengaduan maupun laporan resmi terkait PMI asal Bali yang berada di Iran. (*)
Berita lainnya di Pekerja Migran Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Ketenagakerjaan-dan-ESDM-Provinsi-Bali-Ida-Bagus-Setiawan-586.jpg)