Politik di Bali
PASEK Suardika Kembali Nahkodai PKN, Anas Urbaningrum Mengundurkan Diri
GPS telah menerima Surat Keputusan (SK) terkait penetapan dirinya menjadi Ketum PKN dari Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Senin (2/3).
Penulis: Putu Supartika | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - I Gede Pasek Suardika alias GPS kembali menjadi Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). Ia menggantikan Anas Urbaningrum yang mengundurkan diri karena memiliki kesibukan lain.
GPS telah menerima Surat Keputusan (SK) terkait penetapan dirinya menjadi Ketum PKN dari Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Senin (2/3).
Sebelumnya, di awal berdirinya PKN, GPS merupakan Ketum partai ini. Namun di tahun 2023, ia menyerahkan posisi Ketum PKN kepada Anas Urbaningrum, sementara GPS menjadi Ketua Majelis Agung.
Dengan kembalinya dirinya menjadi Ketum PKN, GPS menilai dinamika politik seringkali unpredictable. Hal itu sejalan juga dengan langkah politiknya hingga hari ini yang selalu bergerak dinamis.
Baca juga: DAMPAK Perang Timur Tengah, Cancel Booking Transportasi Capai 70 Persen, WNA Masuk Bali 69.852 Orang
Baca juga: PROSES Ngaben 7 Maret, Jenazah Dek Wati Tiba di Rumah Duka, Ambulans Antar dari Bandara Ngurah Rai!
“Saya saat ini kembali menjadi Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) karena Ketum yang lama Anas Urbaningrum mengundurkan diri akibat ada kesibukan domestik yang mengharuskan memfokuskan waktunya tahun-tahun ini dan tahun ke depannya,” paparnya, Rabu (4/3).
Dengan kembali menjadi Ketum, GPS pun akan menghadapi Pemilu 2029 nanti. “Ini menjadi kali kedua saya sebagai Ketua Umum di partai yang saya rintis dan kembangkan bersama teman-teman aktivis yang mencintai kenusantaraan. Yang pertama, saat merintis diawal hingga ditetapkan lolos menjadi partai politik peserta Pemilu 2024 lalu,” imbuhnya.
Baginya, hal ini merupakan tantangan yang berat di tengah kesibukan profesinya. Sehingga ia harus berbagi waktu untuk mengurus partai politik dengan cakupan wilayah seluruh Indonesia.
“Sangat berat memang, tetapi ini tantangan yang harus dilewati sebagai bagian panggilan sejarah berani membuat partai politik. Paling tidak di posisi ketua umum, ada wajah Bali juga berada di partai politik yang sah berbadan hukum,” ungkapnya.
Ia pun berharap doa restu dukungan dari masyarakat bisa memberikan spirit dan penambah semangat untuk melewati tantangan yang tidak mudah ini.
GPS menambahkan, sehari setelah jadi Ketum PKN, dirinya menghadiri acara seminar terkait Parlaimentary Threshold yang menghadirkan Prof Dr Yusril Ihza Mahendra SH, Prof Dr Mahfud MD, SH MH, Prof Dr Arief Hidayat, SH. MH, Titi Anggraini, SH. MH bersama parpol non parlemen yang tergabung dengan Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR).
Dalam kesempatan itu, ia mengaku bernostalgia dengan banyak sahabat sahabat dari Partai Hanura dan termasuk dengan Oesman Sapta.
Apalagi sebelum memutuskan membuat partai politik sendiri, GPS juga pernah menjabat sebagai Sekjen di Partai Hanura. Ia juga berdiskusi dengan perwakilan dari Partai Buruh, Partai Ummat, Partai Perindo, Partai Berkarya, dan PBB.
“Membangun komunikasi politik dengan sesama politisi di tingkat nasional sangat penting untuk bisa saling mematangkan atas berbagai isu-isu politik yang sedang berkembang,” paparnya.
GPS juga menyebut jika PKN adalah mahakarya politik yang bisa diwujudkan bagi sosok minoritas yang berasal dari daerah kecil dan berjalan dalam arus besar di tanah Nusantara.
“Satu keyakinan, Nusantara pada saatnya akan bangkit dalam menata Bumi Nuswantara menuju alur yang lebih jelas menuju Gemah Ripah Loh Jinawi. Bagi yang tertarik membuat history maker tentu tidak ada salahnya merajut dan menenun ladang pengabdian bersama di PKN. Dan semua memulai dari bawah,” katanya. (sup)
| 4.571 Pengurus PDIP hingga Tingkat Dusun Buleleng Dikukuhkan, Koster Bicara Agenda Politik ke Depan! |
|
|---|
| KOSTER Minta Semua Bekerja untuk Rakyat, 3.535 PAC hingga Anak Ranting PDIP Badung Dikukuhkan |
|
|---|
| PDIP Tabanan Bantah Isu Buang Kader, Sudirta Jadi Wakil Ketua MKD DPR RI, Gantikan TB Hasanuddin |
|
|---|
| JANGAN Pakai Adat sebagai Politik Identitas! Ini Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali |
|
|---|
| GERBONG Wayan Suyasa dari Golkar ke PSI, Pengamat Politik Undiknas Sebut Peluang Posisi ke-4 di Bali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/I-Gede-Pasek-Suardika-alias-GPS-menerima-SK-terkait-penetapan-dirinya.jpg)