Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Politik di Bali

'TIDAK Boleh Sontoloyo' Pesan Koster Saat Hadiri Pengukuhan Kader PDIP di Gianyar, Ini Katanya

Pidatonya, Koster mengatakan struktur partai di Gianyar sudah sangat solid, diisi kader yang berkualitas, dewasa dan matang dalam berorganisasi.

Tribun Bali/ISTIMEWA
Pengukuhan - Ketua PDIP Bali, I Wayan Koster, dalam acara pengukuhan kader PDIP Gianyar, di Alun-alun Gianyar, Bali, Minggu 29 Maret 2026. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - "Harus semangat, tidak boleh sontoloyo" pekik Ketua PDIP Bali, I Wayan Koster dalam menyemangati kader PDIP Gianyar, dalam acara pengukuhan pengurus PDIP Gianyar di Alun-alun Gianyar, Minggu 29 Maret 2026 malam. Gubernur Bali tersebut hadir untuk memastikan kekompakan para kader dalam membesarkan PDIP.

Dalam pidatonya, Koster mengatakan struktur partai di Gianyar sudah sangat solid, diisi kader yang berkualitas, dewasa dan matang dalam berorganisasi. Pada para pengurus partai, khususnya tingkat ranting, kata dia, jabatan tersebut merupakan sebuah penghormatan. "Ini merupakan ruang, kesempatan untuk mengabdikan diri pada partai, dan tanah air," ujarnya.

Ia mengingatkan, bahwa keberadaan PDIP memiliki akar sejarah kuat, perjalanan penuh semangat dan perjuangan. "Keberadaan PDIP memiliki keterkaitan sejarah dengan partai nasional Indonesia yang didirikan Bung Karno, Bapak Bangsa Kita. Kita harus bangga menjadi kader yang ada kaitannya dengan Bapak Bangsa kita," ujarnya. 

Baca juga: TEGA Makan Anak Asuhnya, Modus Minta Dipijat, Pemilik Panti Asuhan di Buleleng Lakukan Pelecehan! 

Baca juga: TEWAS Dadong Jantuk! Usai Kecelakaan Senggolan Sepeda Motor saat Menyeberang di Nusa Penida

Koster meminta agar para kader tidak pernah lupa pada sejarah. "Apa yang kita dapat saat ini, bukan semata-mata hasil perjuangan saat ini, tapi merupakan rangkaian sejarah panjang, yang banyak berkorban untuk mempertahankan eksistensi partai, karena itu kita tak boleh melupakan sejarah," tegasnya. 

Koster meminta, agar kader PDIP Gianyar tidak terlibat dalam tindakan kriminal, seperti narkotika, korupsi, serta idak boleh melenceng dari adat dan budaya Bali. "Tidak boleh sombong, tidak boleh berbuat memalukan yang dapat mencoreng nama baik partai. Melestarikan bahasa Bali, serta mencintai dan menggunakan produk lokal Bali untuk penguatan ekonomi rakyat Bali," ujarnya. 

Koster juga meminta para pengurus partai berperan, dalam menurunkan angka kemiskinan, ikut membantu ketika terjadi bencana alam, hingga melaporkan jika terdapat anak telantar atau masyarakat yang tinggal di rumah tak layak huni. "Kita harus aktif berperan dan aktif bertindak," tegasnya.

Dalam pidatonya, Koster juga meminta agar kader PDIP Gianyar untuk menyukseskan program Pemprov Bali, yaitu melestarikan Nyoman dan Ketut, dalam artian setiap pasangan suami istri wajib memiliki empat anak. "Nyoman dan Ketut hampir punah, mari lah kita lestarikan Nyoman dan Ketut agar tidak sampai punah. Nanti Nyoman dan Ketut akan dapat insentif," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved