Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

BERIKUT 5 Syarat Ketat Saat Takbiran yang Bertepatan dengan Nyepi di Bali

Gelar Agung Pecalang 2026 tersebut digelar di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Bali.

|
TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Menjelang perayaan Nyepi dan takbiran di Bali dilakukan Gelar Agung Pecalang 2026 pada, Sabtu 7 Maret 2026.

Gelar Agung Pecalang 2026 tersebut digelar di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Bali.

Pada Gelar Agung tersebut, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali, Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet mengatakan pihaknya sudah meluarkan surat edaran bersama dengan Gubernur, Pangdam, Danrem, hingga Kapolda untuk pelaksanaan hari Suci Nyepi berbarengan dengan Idul Fitri. 

Baca juga: Diletakkan Sebelah Freezer Mayat, Ogoh-ogoh Babi Setinggi 2 Meter di Buleleng Tiba-tiba Terbakar

“Jadi pada prinsipnya takbiran boleh tetapi dengan syarat yang cukup ketat tanpa mengurangi makna takbiran itu sendiri," ujar Sukahet.

Dijelaskannya syarat ketat saat Nyepi dan takbiran tersebut yaitu:

1. Berjalan kaki ke masjid yang terdekat atau tempat yang terdekat

2. Perayaan takbiran tanpa pengeras suara

3. Berjalan kaki tanpa kebisingan

4. Penerangan di masjid pada bagian dalam

5. Setelah perayaan takbiran, kembali ke rumah dan tidak keluar rumah lagi

Baca juga: SIASAT Putu Sumedika di Buleleng Berujung Bui, Beri Ponsel Lalu Berhubungan Berkali-kali 

Dijelaskan Sukahet, momentum hari Suci Nyepi berbarengan dengan Idul Fitri sungguh menjadi barometer toleransi dan kerukunan Bali untuk Indonesia.

Sehingga Nyepi dapat berjalan tidak ternodai dengan acara takbiran dan sama-sama berjalan.

“Nilai-nilai agama saling mengisi dan toleransi kerukunan diajarkan oleh semua agama. Saling menghormati oleh bukan Pancasila saja agama-agama juga begitu.

Kita wujudkan di Bali dengan perayaan Nyepi yang bersamaan, dulu pernah dengan idul fitri langsung pernah dengan Jumatan sering hari Minggu pun pernah waktu Kristen,” imbuhnya. 

Sukahet tak menampik nantinya akan ditemukan pelanggaran saat hari suci Nyepi berlangsung, apalagi dengan jumlah penduduk sebanyak 4 juta orang di Bali.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved