Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Narkoba di Bali

MIRIS, Laboratorium Mephedrone Pertama di Indonesia Ada di Gianyar Bali, Dikendalikan Dua WNA Rusia!

Pengungkapan ini sangat signifikan karena untuk pertama kalinya BNN RI berhasil menemukan pabrik pembuatan narkotika jenis mephedrone di tanah air.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
GELAR PERKARA - BNN RI menggelar konferensi pers Laboratorium Narkoba jenis Mephedrone yang dioperasikan 2 WN Rusia di Gianyar, Sabtu (7/3). 

Saat ini, BNN RI juga tengah memburu satu orang lainnya berinisial S yang telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). BNN menegaskan akan terus memperkuat kerja sama lintas lembaga untuk membongkar jaringan internasional yang mencoba menjadikan Indonesia sebagai basis produksi narkotika

Langkah tegas ini diambil demi melindungi generasi bangsa dari ancaman narkotika yang kian berkembang modusnya.

"Tadi sudah sama-sama kita lihat bahwa Pak Kepala sudah melihat beberapa lokasi, dua kamar. Kamar pertama adalah tempat proses dari mulai bahan baku sampai menjadi bahan yang nanti kita tadi disebutkan namanya Mephedrone," bebernya.

"Barang-barang prekursor itu ada, selain di mobil kemudian di sini termasuk juga tempat penyulingan atau kita sebut tempat penyulingan. Proses itu terjadi sampai terjadi (produk jadi)," imbuh dia. (ian)

Kecurigaan Paket dari Cina

Kronologi pengungkapan bermula dari kecurigaan petugas terhadap paket-paket dari Cina yang ditujukan ke Kantor Pos di Gianyar pada Januari lalu. Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Kelas 1 Khusus TPI, Bugie Kurniawan, menjelaskan bahwa paket tersebut dikirim melalui jasa ekspedisi UPS pada 21 Januari dengan keterangan palsu sebagai "pigmen". 

"Jadi kasus ini bermula dari barang kiriman yang berasal dari luar negeri, yang berasal dari Cina. Jadi rekan-rekan di Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Cengkareng mendeteksi adanya masuknya dua jenis barang yang tujuannya Bali, berbentuk bahan kimia. Diberitahukan sebagai pigmen," tuturnya.

Namun, hasil analisis laboratorium Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan bahwa isi paket tersebut adalah bahan kimia prekursor pembuatan mephedrone, yakni valerophenone dan 4-methylpropiophenone.

"Intinya adalah ada barang-barang lain yang dikirim dari Cina dan juga ada barang-barang lain yang didapatkan berdasarkan pembelian di dalam negeri seperti kimia-kimia basa dan kimia barang-barang kimia biasa untuk proses sintesis, dan juga peralatan gelas," paparnya.

"Dan untuk tindakan selanjutnya dihasilkan barang tersebut akhirnya betul-betul dibuat untuk memproduksi mephedrone tersebut. Sehingga hasilnya tadi disampaikan sekitar 7 kilo lebih," pungkasnya. (ian)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved