Makan Bergizi Gratis
MBG Jadi Juru Selamat Industri Otomotif, Pikap Gran Max Asapi Tren Mobil Hybrid di Bali
Data menunjukkan penurunan drastis dari 30.130 unit pada tahun 2024 menjadi hanya 21.995 unit di tahun 2025.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Di tengah gegap gempita tren mobil hybrid dan kendaraan listrik (EV) yang mulai membanjiri jalanan Pulau Dewata, industri otomotif Bali sebenarnya sedang tidak baik-baik saja.
Sepanjang tahun 2025, pasar otomotif di Bali justru tiarap dengan koreksi tajam hingga 27 persen.
Namun, di balik lesunya minat beli mobil pribadi, ada satu segmen yang justru melaju kencang yakni mobil pikap.
Fenomena ini bukan tanpa alasan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah muncul sebagai "bahan bakar" baru bagi mesin pertumbuhan otomotif di Bali.
Baca juga: Siswa Libur Dua Pekan Serangkaian Idulfitri dan Nyepi 2026, MBG di Denpasar Libur
Ketika banyak orang menahan diri membeli mobil keluarga, para pelaku UMKM dan mitra logistik program MBG justru menyerbu diler untuk meminang mobil niaga.
Data menunjukkan penurunan drastis dari 30.130 unit pada tahun 2024 menjadi hanya 21.995 unit di tahun 2025.
Memasuki Februari 2026, tekanan belum mereda dengan masuknya brand-brand baru dari China dan Vietnam yang membuat persaingan semakin sengit.
Kepala Cabang Astra Daihatsu Sales Operation (DSO) Gianyar, Kadek P. Mahardika, mengungkapkan bahwa program MBG memberikan stimulus yang sangat nyata bagi Daihatsu, terutama di segmen kendaraan niaga.
"Secara tidak langsung, MBG memberi stimulus ke Daihatsu dengan kenaikan sekitar 5 hingga 8 persen. Puncaknya terjadi di pertengahan tahun 2025, dan hingga kini minatnya masih sangat tinggi," ujar Kadek kepada Tribun Bali, pada Selasa 10 Maret 2026.
Menurutnya, menjamurnya Dapur MBG atau SPPG di berbagai titik seperti Singaraja hingga Karangasem menciptakan kebutuhan mendesak akan armada distribusi.
Bahan mentah dan makanan jadi perlu dimobilisasi dengan cepat, dan pikap menjadi jawaban paling rasional di lapangan.
Saat ini, mobil pikap khususnya Gran Max telah menjadi tulang punggung yang menjaga napas industri otomotif lokal.
Di Denpasar saja, Daihatsu mengklaim menguasai hampir 50 persen pangsa pasar kendaraan niaga.
"Kuncinya adalah mobilitas UMKM. Distribusi barang baru, bahan mentah, hingga bahan jadi memerlukan kendaraan yang tangguh. Di Denpasar, kontribusi pikap mencapai 50 persen atau rata-rata 100 unit per bulan," papar Kadek.
Angka ini sangat kontras dengan segmen mobil penumpang seperti Terios yang justru mengalami penurunan volume penjualan dari 1.542 unit di 2024 menjadi 1.036 unit di 2025.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/MBG-Jadi-Juru-Selamat-Industri-Otomotif-Pikap-Gran-Max-Asapi-Tren-Mobil-Hybrid-Di-Bali.jpg)