Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Nyepi dan Ramadan

IMBAU Nyepi & Idulfitri Berjalan Khidmat, Gubernur Bali Serukan Jaga Kerukunan Antarumat Beragama

Namun masing-masing majelis agama diminta mengeluarkan seruan atau edaran kepada umatnya sebagai langkah antisipasi. 

Tayang:
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
BERI KETERANGAN - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali, Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet saat memberikan keterangan terkait Hari Raya Nyepi yang bertepatan dengan Idul Fitri, Rabu 11 Maret 2026. 

Di tempat terpisah, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Leonardo David Simatupang memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya agar tidak main-main dalam menyiapkan fasilitas publik jelang Idulfitri.  Ia menekankan Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) bukan sekadar tenda penjagaan formalitas, melainkan harus menjadi rumah yang nyaman bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Pesan ini disampaikan langsung Kombes Leonardo saat memimpin Latihan Pra Operasi (Latpraops) Ketupat Agung 2026 di Mapolresta Denpasar, pada Rabu (11/3). Di hadapan ratusan personel, ia mewanti-wanti agar setiap pos yang didirikan dalam Operasi Ketupat Agung kali ini benar-benar mencerminkan profesionalisme kepolisian yang melayani dengan hati. 

“Saya minta seluruh jajaran menyiapkan Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan dengan sebaik-baiknya. Jangan ada pos yang dibiarkan berantakan,” kata Kombes Leonardo. “Pastikan kondisinya bersih, tertata rapi, dan mampu memberikan kenyamanan bagi warga yang datang untuk mengadu atau sekadar beristirahat,” jelasnya. 

Dijelaskan pos tersebut harus didukung dengan akurasi data yang mumpuni. Ia memerintahkan agar setiap pos dilengkapi dengan panel data yang komprehensif. Mulai dari rencana kegiatan harian hingga peta kerawanan di wilayah masing-masing. 

Hal ini dimaksudkan agar petugas di lapangan tidak bekerja secara buta, melainkan berdasarkan data yang nyata demi menjamin keamanan warga yang merayakan Idulfitri sekaligus umat Hindu yang sedang menjalani rangkaian Hari Suci Nyepi. Bukan tanpa alasan, Wilayah hukum Polresta Denpasar diprediksi akan mengalami lonjakan mobilitas yang luar biasa mengingat waktu perayaan kedua hari besar tersebut jatuh berdekatan. 

Operasi Ketupat Agung 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, terhitung sejak 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Rentang waktu tersebut mencakup momen krusial seperti arus mudik, pelaksanaan ibadah puasa, hingga prosesi Melasti dan pawai Ogoh-ogoh di malam Pengrupukan.

“Meningkatnya aktivitas masyarakat secara otomatis akan berdampak pada potensi kerawanan kamtibmas dan gangguan lalu lintas,” ujarnya. 

“Melalui latihan pra-operasi ini, saya ingin memastikan personel tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga siap memberikan pelayanan, perlindungan, dan rasa aman yang nyata,” lanjut Leonardo.

Latihan ini menjadi wadah bagi personel untuk mematangkan taktik pengamanan di lapangan. Kombes Leonardo berharap, dengan kesiapan pos yang representatif dan personel yang terlatih, masyarakat Bali maupun para pemudik bisa merasakan kehadiran Polri sebagai sosok pelindung yang solutif. (ian) 

RSUD Wangaya Siagakan 145 Petugas

Dalam pelaksanaan Nyepi, 19 Maret 2026 mendatang, RSUD Wangaya Denpasar menyiagakan ratusan petugas. Mereka akan berjaga selama pelaksanaan Nyepi terkait dengan kegawatdaruratan.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Wangaya, dr. I Wayan Edy Wirawan mengatakan, total 145 petugas akan bertugas saat Nyepi. “Petugas ini akan berjaga mulai pukul 04.00 Wita hingga esoknya saat ngembak geni,” katanya Edy Wirawan, Rabu (11/3).

Dari sisi kegawatdaruratan pihaknya menyiapkan operasional IGD 24 jam. Untuk pelayanan di IGD disiagakan sebanyak 6 orang dokter umum, 7 orang perawat serta 3 orang bidan. Lalu pada Instalasi Bedah Sentral (IBS) juga disiapkan untuk kegiatan operasi. “Ada juga dokter konsultan yang memang bersiap dari rumah,” imbuhnya. 

Terkait sarana dan prasarana, pihaknya memastikan ketersediaan oksigen untuk layanan IGD termasuk saat pengerupukan. Obat-obat juga disiapkan dengan jumlah yang memadai agar tidak sampai kekurangan saat Nyepi

Untuk penerangan, pihaknya memfokuskan pencahayaan yang memadai di IGD yang memerlukan pencahayaan cukup. Sedangkan lampu taman menggunakan lampu yang tidak terlalu terang. (sup)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved