Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Nyepi dan Ramadan

TOLERANSI, Koster Ajak Pelaksanaan Nyepi dan Idulfitri Berlangsung Khidmat, Polda Bali Dirikan Ini!

Ribuan personel tersebut mengawal 31 pos strategis serta 308 titik malam takbiran di seluruh Bali.

Tribun Bali/ADRIAN AMURWONEGORO
APEL - Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya memberikan keterangan usai apel di Lapangan Iptu Soetardjo Mako Brimob Polda Bali, pada Kamis (12/3). 

TRIBUN-BALI.COM – Gubernur Bali, Wayan Koster memaparkan skenario besar untuk memastikan dua perayaan suci Hari Besar Keagamaan dapat berjalan beriringan tanpa mengusik satu sama lain. 

Tahun ini, Bali tidak hanya bersiap menyambut arus mudik, tetapi juga ujian toleransi yang nyata pertemuan antara kekhidmatan Hari Suci Nyepi Saka 1948 dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah. 

Fokus pemerintah adalah kemungkinan malam takbiran yang jatuh tepat saat umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian pada tanggal 19 Maret mendatang.

“Kalau sekiranya Idulfitri ada yang melaksanakan tanggal 20, ini belum pasti karena belum ada keputusan dari pemerintah, maka bisa terjadi ada takbiran tanggal 19 yang bertepatan dengan Hari Suci Nyepi,” ujar Koster usai apel yang didampingi Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya di Lapangan Iptu Soetardjo, Mako Brimob Polda Bali, Kamis (12/3).

Baca juga: POHON Tumbang Timpa Truk Trailer di Giri Emas Buleleng, Arus Lalu Lintas Sempat Dialihkan!

Baca juga: NYAWA Made Wirya Tak Tertolong, Jatuh ke Sumur, Pria 65 Tahun Berhasil Dievakuasi Keadaan Meninggal

BERI KETERANGAN - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali, Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet saat memberikan keterangan terkait Hari Raya Nyepi yang bertepatan dengan Idul Fitri, Rabu 11 Maret 2026.
BERI KETERANGAN - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali, Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet saat memberikan keterangan terkait Hari Raya Nyepi yang bertepatan dengan Idul Fitri, Rabu 11 Maret 2026. (Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari)

Pemprov Bali menyikapi hal itu, Koster mengungkapkan pihaknya sudah duduk bersama dengan seluruh majelis umat beragama untuk merumuskan seruan bersama yang mengedepankan toleransi dan empati antarumat beragama.

“Sekiranya ada yang merayakan Idulfitri tanggal 20 (Maret) dan takbiran pada tanggal 19 (Maret), dari pukul 18.00 sampai 21.00 WITA sesuai seruan bersama, maka acara takbirannya kita dorong sedapat mungkin, seoptimal mungkin dilaksanakan di rumah,” tegasnya.

Namun, Koster menyadari tradisi keagamaan memiliki dimensi sosial. Jika rumah tidak memungkinkan dan umat harus menuju masjid, Gubernur telah menetapkan aturan main yang sangat spesifik demi menghormati Hari Suci Nyepi. Ia meminta umat Islam yang merayakan untuk tetap dalam koridor kesederhanaan. 

“Kalau harus ke masjid, maka sesuai seruan bersama dilaksanakan di masjid terdekat, jalan kaki, tidak menggunakan pengeras suara, lampu penerangan berlebihan, maupun juga pawai,” beber Koster
Menurut penghitungannya, potensi keramaian ini diprediksi tidak akan masif di seluruh Bali, dan dari pemetaan Pemprov Bali ada 4 masjid yang diperkirakan menggelar takbir saat tanggal 19 Maret tersebut.

“Sudah diperkirakan yang melaksanakan Idulfitri tanggal 20 (Maret) dan takbiran pada tanggal 19 (Maret) itu hanya sedikit terjadi di Bali, terutama yang dilaksanakan oleh semeton kita umat Islam dari Muhammadiyah. Kemarin dihitung ada empat masjid dan pesertanya tidak banyak,” paparnya.

Bagi Koster, momen unik di tahun 2026 ini bukanlah kendala, melainkan pembuktian identitas Bali kepada dunia. Ia menekankan bahwa tugasnya sebagai kepala daerah adalah menjadi jembatan bagi seluruh keyakinan.

“Sebagai Gubernur, tugas saya adalah memfasilitasi agar semua umat beragama dapat menjalankan perayaan Idulfitri dan terutama bagi umat Hindu adalah perayaan Nyepi dengan tertib, disiplin, dengan tetap menjaga hubungan harmonis,” tuturnya.

Pihaknya juga mengingatkan bahwa fenomena serupa pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya dan Bali selalu berhasil melewatinya dengan damai. Sementara itu, Polda Bali melalui Operasi Ketupat 2026 mengerahkan 2.169 personel. Langkah ini diambil menyusul adanya irisan jadwal yang sangat rapat antara Nyepi dan Idulfitri.

Ribuan personel tersebut mengawal 31 pos strategis serta 308 titik malam takbiran di seluruh Bali. Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya menegaskan, operasi yang berlangsung selama 13 hari sejak 13 Maret hingga 25 Maret 2026 ini memprioritaskan pemeliharaan Kamtibmas dengan pendekatan preemtif dan preventif.  

Hal itu disampaikan Irjen Pol Daniel usai memimpin apel di Lapangan Iptu Soetardjo, Mako Brimob Polda Bali yang juga dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster pada Kamis (12/3). Dari total 31 pos yang disiapkan, kepolisian merinci pembagian tugas menjadi 15 pos pengamanan, 11 pos pelayanan, dan 5 pos terpadu yang tersebar di titik-titik vital seluruh wilayah hukum Polda Bali.

“Fokus kami jelas, ada dua tujuan utama. Pertama, kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, dan kedua, menjamin situasi kondusif selama rangkaian Nyepi hingga pasca Idul Fitri,” paparnya. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved