Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Nyepi dan Ramadan

TOLERANSI, Koster Ajak Pelaksanaan Nyepi dan Idulfitri Berlangsung Khidmat, Polda Bali Dirikan Ini!

Ribuan personel tersebut mengawal 31 pos strategis serta 308 titik malam takbiran di seluruh Bali.

Tayang:
Tribun Bali/ADRIAN AMURWONEGORO
APEL - Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya memberikan keterangan usai apel di Lapangan Iptu Soetardjo Mako Brimob Polda Bali, pada Kamis (12/3). 

“Kami menerjunkan 2.169 personel Polri yang didukung penuh oleh TNI dan stakeholder daerah untuk memastikan semua skenario berjalan sesuai rencana,” imbuh Irjen Daniel.

Data pemetaan kepolisian menunjukkan skala pengamanan yang sangat luas. Di sektor rumah ibadah, terdapat 256 titik masjid, 539 musala, 351 lokasi sholat Idulfitri, serta 308 titik malam takbiran yang menjadi atensi khusus. 

Pengamanan ketat juga dilakukan di 1 bandara, 8 pelabuhan, 11 terminal, serta 77 objek wisata. Sektor ekonomi juga tidak luput dari penjagaan, mencakup 59 pasar tradisional, 7 pasar modern, dan 37 pusat perbelanjaan yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung.

Titik krusial yang diantisipasi adalah pada 19 Maret 2026, saat upacara Tawur Agung Kesanga dan pawai Ogoh-ogoh. Mengingat potensi berbarengan dengan malam takbiran, Irjen Daniel menekankan pentingnya kepatuhan terhadap seruan bersama yang telah disepakati para tokoh agama. 

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, diputuskan bahwa takbiran di masjid atau musala hanya diizinkan pada pukul 18.00 hingga 21.00 WITA tanpa ada pawai kendaraan, petasan, maupun penggunaan pengeras suara yang berlebihan.

“Ini soal moderasi beragama. Solusinya sudah ada melalui rapat koordinasi, semua tetap dilaksanakan namun dengan pembatasan. Kami mengedepankan prinsip saling menghargai agar takbiran berjalan sederhana dan khidmat tanpa mengganggu kesucian rangkaian Nyepi,” beber Irjen Daniel.

Sosialisasi Seruan Nyepi dan Idulfitri 

Ketua Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Bali, Dr. Somvir menanggapi seruan bersama Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 2026 yang dikeluarkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali. Somvir mengatakan setelah melihat Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: 1497 Tahun 2025, Nomor: 2 Tahun 2025, dan Nomor: 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026 terlihat bahwa tanggal hari suci Nyepi akan berbeda dengan tanggal perayaan Idul Fitri. 

“Tapi sekarang di kenyataannya beda dan belum pasti kapan Idulfitri. Kalau Nyepi sudah pasti tanggalnya, sedangkan umat Islam masih menunggu (Sidang Isbat),” jelas Somvir saat ditemui usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Koordinasi Pengamanan dan Ketertiban Masyarakat Menjelang Nyepi dan Idulfitri, Kamis (12/3). 

Lebih lanjut, Somvir menyarankan agar apapun kegiatan agama melibatkan toleransi. Ia menekankan Hari Suci Nyepi berbeda dengan hari raya biasa Hindu pada umumnya. Sehingga dalam hal ini bagaimana agama lain bekerja sama. 

“Maka tadi saya usulkan kepada Polda Bali agar ada rapat koordinasi apa yang boleh dan apa yang tidak boleh cukup diikuti nantinya. Dan SOP-nya jelas bahwa umat agama lain, boleh keluar atau cukup full di rumah saja,” imbuhnya. 

Sekarang kata Somvir, masyarakat tinggal menunggu penjelasan dari Polda Bali. “Bagaimana pelaksanaannya, seperti apa itu belum jelas itu? Kita menunggu harus dijelaskan bagaimana teknisnya itu,” ujarnya. 
“Sekarang tugasnya polisi segera mengumumkan, kami minta Polda Bali, kita minta SOP diumumkan itu agar segera masyarakat tahu yang jelas saya hanya minta teknis,” pungkasnya. (ian/sar) 

Polda Bali Pastikan Kesiapan Sarpras Jalur Mudik

Direktorat Lalu Lintas Polda Bali bergerak cepat mengamankan urat nadi transportasi di Bali dengan menyisir langsung seluruh jalur mudik dan titik penyeberangan utama. Polda Bali memastikan kesiapan Operasi Ketupat Agung 2026 mengingat adanya tantangan ganda berupa perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 yang waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Penyisiran yang berlangsung selama dua hari ini menyasar lokasi-lokasi vital yang diprediksi akan menjadi titik penumpukan kendaraan. Pada hari pertama, tim Ditlantas Polda Bali fokus membedah kesiapan di wilayah timur dan selatan. Mulai dari Pos Terpadu Pelabuhan Padangbai di Karangasem, Pos Pelayanan Goa Lawah di Klungkung, hingga Pelabuhan The Angkal Kusamba dan Pos Pengamanan Masceti di Gianyar. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved