Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Ketua MUI Bali Imbau Agar Umatnya Hormati Pelaksanaan Nyepi 2026

kepada umat muslim agar tetap menghormati pelaksanaan hari raya Nyepi disamping juga melakukan aktivitas keagamaan terbatas

Tayang:
ISTIMEWA
Tradisi Nyepi Segara yang menjadi rangkaian Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini di Pura Segara menjadi benteng untuk menjaga budaya sekaligus memperkuat identitas masyarakat Kusamba.  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali, KH. Mahrusun Hadyono, mengimbau kepada umat muslim agar tetap menghormati pelaksanaan hari raya Nyepi disamping juga melakukan aktivitas keagamaan terbatas yaitu ke masjid saat malam takbiran. 

“Ya ke masjid terdekat, mushola terdekat, tarawih jalan kaki tidak menggunakan bunyi-bunyian apapun termasuk pengeras suara. dan penggunaan lampu di tempat ibadah terbatas. jadi selesai melaksanakan tarawih atau takbir langsung pulang jadi sepi lagi,” jelasnya usai Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama yang berlangsung di Ruang Tamu Gubernur Bali, Rabu 11 Maret 2026.

Baca juga: SDN 5 Banjar Kerap Terdampak Banjir, Disdikpora Buleleng Kaji Revitalisasi hingga Regrouping

Lebih lanjutnya ia mengatakan memang umat islam tempat pusat beribadahnya berada di masjid, takbir salah satu di masjid bagi terdekat dengan masjid. kalau misalnya masjid berjarak hingga 5 kilometer agar tak perlu datang ke masjid cukup di rumah saja. 

“Kalau seruannya pemerintah itu kan tanggal 19 Maret 2026 sore sudah ada sidang isbat lalu diumumkan,” pungkasnya. 

Baca juga: OLAH Sampah Jadi Energi Listrik! Bali & Pusat Matangkan PSEL Denpasar, Rencana Groundbreaking Juni

Sebelumnya, Gubernur Bali, Wayan Koster tekankan agar Bali tetap kondusif, nyaman dan aman pada perayaan Nyepi dan Idul Fitri 2026. Hal ini ia sampaikan pada rapat koordinasi majelis agama se-Bali di Ruang Tamu Gubernur Bali, Rabu 11 Maret 2026. 

“Idul Fitri berjalan dengan khidmat, nyaman, aman dan kondusif. Semua majelis umat itu bersepakat seperti ini,” jelas, Koster. 

Lebih lanjutnya ia mengatakan agar seluruh umat menjalankan seruan saling menghormati satu sama lain, menjaga toleransi, kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama. 

“Tadi bersepakat tidak berubah. Dorongannya adalah masing-masing majelis dari MUI, Muhamadiyah, oleh NU, ke internal masing-masing bagaimana agar perayaannya ini berjalan dengan baik dan khidmat,” imbuhnya. 

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved