Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

SDN 5 Banjar Kerap Terdampak Banjir, Disdikpora Buleleng Kaji Revitalisasi hingga Regrouping

SDN 5 Banjar Kerap Terdampak Banjir, Disdikpora Buleleng Kaji Revitalisasi hingga Regrouping

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
TERENDAM LUMPUR - Kondisi SDN 5 Banjar pasca banjir bandang, Minggu (8/3). 

 


TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Banjir bandang yang kembali menerjang SD Negeri 5 Banjar, mendorong pemerintah menyiapkan penanganan jangka panjang. Pasalnya, sekolah tersebut tercatat sudah beberapa kali terdampak luapan air sungai.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan pemerintah saat ini tengah menelusuri penyebab serta merumuskan langkah penanganan permanen agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Menurutnya, banjir terbaru menyebabkan tiga ruang kelas di bagian bawah sekolah terendam lumpur sehingga tidak dapat digunakan sementara waktu.

Baca juga: OLAH Sampah Jadi Energi Listrik! Bali & Pusat Matangkan PSEL Denpasar, Rencana Groundbreaking Juni

"SDN 5 Banjar ini memang sudah beberapa kali terdampak banjir. Karena itu kami sedang merunut peristiwa yang terjadi untuk mencari solusi jangka panjang," ujarnya, Rabu (11/3/2026). 


Beberapa opsi penanganan sedang dikaji oleh pemerintah daerah. Salah satunya adalah revitalisasi bangunan sekolah, khususnya ruang kelas yang berada di bagian bawah, agar lebih aman dari potensi banjir.

Baca juga: Eka Nurcahyadi Apresiasi Keluhan Tenaga Medis, Dorong Evaluasi Layanan RSUD Tabanan

Revitalisasi tersebut dapat dilakukan dengan meninggikan bangunan ruang kelas sehingga tetap dapat dimanfaatkan tanpa khawatir terdampak luapan air.


Selain itu, Disdikpora juga mempertimbangkan pemetaan ulang dengan sekolah lain yang berada di sekitar wilayah tersebut. Opsi ini termasuk kemungkinan regrouping atau penggabungan sekolah jika dinilai lebih efektif dan aman bagi siswa.


Di sekitar lokasi, terdapat beberapa sekolah yang relatif dekat seperti SD Negeri 7 Banjar dan SD Negeri 1 Banjar yang dapat menjadi alternatif dalam pengaturan layanan pendidikan.


Namun demikian, keputusan tersebut masih dalam tahap kajian karena juga mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta kemungkinan dukungan dari pemerintah pusat.


"Kita akan lihat situasi ke depan. Apakah revitalisasi gedung memungkinkan atau perlu dilakukan regrouping dengan sekolah terdekat," katanya.


Sementara menunggu keputusan jangka panjang, pemerintah memastikan proses pembelajaran tetap berjalan bagi 66 siswa yang bersekolah di SDN 5 Banjar.


Surya Bharata menegaskan prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan siswa serta menjamin layanan pendidikan tetap berlangsung meskipun sekolah terdampak bencana.


Sementara itu, SD Negeri 5 Banjar menjadi salah satu kunjungan kerja Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta. Dalam kunjungan itu, Giri Prasta memberikan bantuan pribadi sebesar Rp800 ribu kepada masing-masing siswa terdampak untuk mengganti kebutuhan sekolah. Seperti tas, sepatu, dan buku yang rusak atau hilang akibat banjir


"Harapannya, anak-anak bisa bangkit kembali dan tidak merasa minder dengan teman-temannya. Bantuan ini sebagai bentuk empati dan rasa kemanusiaan kami," tandas dia. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved