Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Jaga 6 Titik Utama Malam Pengerupukan di Denpasar, Polda Bali Terjunkan 965 Personel

Jaga 6 Titik Utama Malam Pengerupukan di Denpasar, Polda Bali Terjunkan 965 Personel

Tayang:
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol. Soelistijono, memimpin apel personel yang bertugas untuk Pengerupukan, dihalaman Mapolda Bali, Rabu 18 Maret 2026. Istimewa/Polda Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Polda Bali mengerahkan 965 personel tambahan untuk memperkuat pengamanan pawai ogoh-ogoh di wilayah hukum Polresta Denpasar pada malam pengerupukan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948. 

Penebalan pasukan ini difokuskan untuk menjamin keamanan di tengah beririsannya momentum besar keagamaan antara Nyepi dan persiapan Idul Fitri dalam bingkai Operasi Ketupat.

Kesiapan ribuan personel tersebut dipastikan melalui apel yang dipimpin langsung oleh Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol. Soelistijono, di halaman Mapolda Bali, Rabu 18 Maret 2026.

Baca juga: Sisa 3 Km, Polda Bali Terus Upayakan Antrean Gilimanuk Habis Sebelum Penutupan Nyepi Esok Pagi

Dalam arahannya, ia menekankan bahwa pengamanan tahun ini memiliki karakteristik berbeda karena tuntutan kesiapan ekstra menghadapi dua hari besar sekaligus.

Karo Ops merinci bahwa 965 personel tersebut akan disebar secara spesifik untuk memback-up Polresta Denpasar di enam titik persimpangan vital yang menjadi pusat konsentrasi massa.

Baca juga: Selama Hari Raya Nyepi, Beban Listrik di Bali Turun Hingga 30 Persen Dibanding Hari Normal

Keenam lokasi tersebut meliputi Simpang Catur Muka, Simpang Tohpati, Simpang Cokroaminoto–Maruti, Simpang Teuku Umar, Simpang Kamboja–WR Supratman, dan Simpang Pasar Sanglah.


"Hari ini kita akan mengamankan pawai ogoh-ogoh dari sore hingga malam, bahkan dimungkinkan berlangsung hingga pagi," tegas Kombes Pol. Soelistijono. 


"Kita memback up Polresta Denpasar di enam titik tersebut agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar," imbuhnya.


Perwira lulusan Akpol 1995 itu juga mengingatkan anggotanya agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. 


Ia menginstruksikan setiap perkembangan di lapangan dilaporkan secara berjenjang serta mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat. 


Menurutnya, kehadiran polisi harus memberikan rasa nyaman melalui tutur kata dan sikap yang terjaga, bukan justru memicu ketidaknyamanan. 


Jika ditemukan kendala di lapangan, personel diminta melakukan pendekatan secara persuasif.


Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, menyatakan bahwa strategi pengamanan ini merupakan upaya menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat Bali yang majemuk. 


Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan warga menjadi kunci utama agar tradisi budaya ini berjalan kondusif.


"Polda Bali mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta saling menghormati dalam pelaksanaan perayaan keagamaan ini," katanya. 


"Dengan kebersamaan, kita dapat menciptakan situasi yang aman, damai, dan penuh toleransi," jabar Kombes Pol. Ariasandy.


Melalui penempatan ratusan personel di titik-titik strategis tersebut, Polda Bali optimistis malam pengerupukan dan pawai ogoh-ogoh dapat berlangsung lancar tanpa gangguan keamanan berarti. (*) 

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved