Berita Bali
Kepergian Pahlawan Perdamaian, Pangdam IX/Udayana Lepas Kepergian Serka Nur Ichwan di TMP Magelang
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyatakan, bahwa kehilangan ini merupakan duka bagi seluruh jajaran TNI,
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Baginya, kehadiran jajaran pimpinan Kodam IX/Udayana di Magelang adalah wujud solidaritas dan penghormatan tertinggi kepada mereka yang berkorban melampaui tugas biasa.
“Hari ini (kemarin) kita melepas salah satu putra terbaik bangsa yang telah mengabdikan jiwa dan raganya demi tugas negara dalam misi perdamaian dunia,” ucap Pangdam IX/Udayana.
“Semoga segala amal ibadah dan pengabdian almarhum diterima oleh Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” imbuhnya.
Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Widi Rahman, menambahkan, seluruh rangkaian upacara, terutama Apel Persada, merupakan simbol penghargaan negara yang tidak ternilai.
Menurutnya, prosesi tersebut adalah bentuk pengakuan institusi terhadap loyalitas dan dedikasi prajurit yang telah menjaga kehormatan bangsa di mata dunia.
“Kehadiran Pangdam IX/Udayana dalam prosesi pemakaman ini merupakan wujud empati dan duka cita yang mendalam dari seluruh keluarga besar Kodam IX/Udayana,” ucapnya.
“Almarhum dikenang sebagai prajurit yang berdedikasi tinggi, loyal, dan telah memberikan pengorbanan terbaik dalam menjaga kehormatan bangsa melalui tugas misi perdamaian dunia,” kata dia.
Rangkaian upacara ditutup dengan peletakan karangan bunga atas nama negara dan TNI Angkatan Darat (AD) sebagai simbol penghormatan atas patriotisme almarhum.
Sertu Nur Ichwan kelahiran Magelang, 12 Mei 2000. Almarhum meninggalkan seorang istri Hana Dita Anjani dan seorang putri, Maurellia Syakila Nur Salsabila (7 bulan).
Sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan nyawa di medan tugas, TNI menganugerahkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) kepada almarhum. Berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/467/1/2026 yang ditetapkan pada 31 Maret 2026, pangkat almarhum dinaikkan satu tingkat dari Sertu menjadi Serka Anumerta.
Pihak Kodam IX/Udayana memastikan akan terus mendampingi keluarga almarhum, baik secara moril maupun melalui pemberian santunan sesuai hak-hak prajurit yang gugur dalam tugas. Upaya ini diambil sebagai komitmen institusi untuk tidak membiarkan keluarga prajurit berjuang sendirian di masa sulit.
Gugurnya Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan menjadi pengingat nyata bahwa perdamaian dunia seringkali harus dibayar dengan harga yang sangat mahal. Dedikasinya di Lebanon kini tercatat sebagai bagian dari sejarah kehormatan bangsa Indonesia. (ian)
| Bayang-bayang Krisis Timur Tengah Tak Goyahkan Harga Pangan Di Bali, Satgas Pastikan Stok Aman |
|
|---|
| HUT Ke-9 AMSI Bali Kumpulkan 33 Kantong Darah |
|
|---|
| Pengurus Kadin Bali Dilantik Hari ini, Anindya Bakrie Siap Jembatani Bali Dengan Pusat |
|
|---|
| Bangun Gerakan Kolektif Penanggulangan Narkotika, BNN Kota Denpasar Bali Akan Gelar Fun Run |
|
|---|
| Diskusi Lintas Sektor Bahas Kesejahteraan Ayam di Bali, Astuti: Tren Global Menunjukkan Pergeseran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pemakaman-militer-Serka-Anumerta-Muhammad-Nur-Ichwan-di-TMP-Giri-Dharmoloyo-II.jpg)